Kemeriahan Torch Relay Asian Games 2018 di Jogja Bersama Pocari Sweat

by - Friday, July 20, 2018


Setelah 56 tahun, akhirnya Indonesia berkesempatan kembali menjadi tuan rumah Asian Games. Sebelumnya Indonesia pernah menjadi penyelenggara pesta olahraga terbesar di Asia ini pada tahun 1962 atau 4th Asian Games. Tahun ini, 18th Asian Games akan dihelat di 2 kota di Indonesia yaitu Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus - 2 September 2018.



Kemeriahan Asian Games 2018 sudah mulai dirasakan sebulan sebelum pembukaannya. Tepat pada tanggal 18 Juli 2018, obor Asian Games 2018 yang berasal dari India yang merupakan tuan rumah pertama Asian Games pada tahun 1951 disatukan dengan api abadi yang berasal dari Mrapen, Jawa Tengah. Acara penyatuan kedua api tersebut dilakukan dilakukan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla bertempat di Candi Prambanan. Obor Asian Games tersebut kemudian akan diarak ke 54 kota dan kabupaten diseluruh Indonesia.



Kirab obor atau Torch Relay Asian Games 2018 ini dimulai dari Yogyakarta hari Kamis 19 Juli 2018. Acara dimulai dari Pagelaran Kraton Yogyayakarta dan berakhir di Tugu Pal Putih. Orang pertama yang berkesempagan membawa lari obor Asian Games 2018 adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang kemudian diteruskan oleh beberapa pejabat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan juga sponsor atau official partner. Antusiasme warga dan pelajar di Yogyakarta bisa dilihat dari membludaknya penonton disepanjang rute yang dilalui Torch Relay Asian Games 2018 ini.



Pocari Sweat sebagai salah satu official partner juga turut serta dalam memeriahkan acaraTorch Relay Asian Games 2018 ini. Pocari Sweat menunjuk 4 anak Indonesia yang mempunyai prestasi internasional sebagai pembawa obor. Ke-4 anak tersebut adalah:

1. Andre Surya: Seorang visual effect artist yang karyanya bisa dilihat dalam beberapa film box office Holywood seperti Transformer, Iron Man, dan Star Trek.

2. Agnes Natasya: Seorang remaja yang tahun ini baru menyelesaikan sekolah di SMAK Penabur Kelapa Gading, Jakarta ini merupakan pemenang olimpiade biologi internasional pada tahun 2017.

3. Mei Nanda Sholihah: Atlet lari nasional penyandang disabilitas yang pernah meraih medali emas pada kejuaraan internasional.

4. Jenahara Nasution: Seorang perancang busana muslim yang beberapa kali menyelenggarakan peragaan busan di luar negeri seperti Bangkok, Singapura, Hongkong, dan London.

Alasan Pocari Sweat memilih ke-4 orang tersebut untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat Indonesia terutama generasi muda untuk tetap semangat dan berjuang meraih prestasi dibidang masing-masing. Karena sebenarnya di Indonesia banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan.



Secara bergantian, ke-4 anak berprestasi tersebut berlari membawa obor Asian Games 2018 di jalanan Jogja yang cukup panas. Kegiatan olahraga atau aktivitas seperti ini memungkinkan seseorang kehilangan cairan tubuhnya. Jika tidak segera diganti maka suhu tubuh akan meningkat dan tubuh akan lebih mudah lelah. Tubuh yang dehidrasi akan kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu tubuh dan bisa berakibat fatal.



Cairan tubuh sangat penting dalam menjaga kesehatan, oleh karena itu sebisa mungkin harus menghindari kondisi kekurangan cairan tubuh dengan meminum Pocari Sweat. Komposisi Pocari Sweat sangat mirip dengan cairan tubuh dengan kandungan ion yang seimbang sehingga dapat diserap lebih cepat dan lebih baik oleh tubuh.

Pocari Sweat juga turut serta dalam menyemarakan gaung Torch Relay Asian Games 2018 dengan program Light Up the Torch. Permainan sederhana menyalakan obor Asian Games 2018 ini untuk memberikan dukungan dan semangat bagi para atlet Indonesia yang akan berjuang. Semakin banyak dukungan yang diberikan, maka api yang berkobar juga akan semakin besar. Light Up the Torch ini bisa diakses melalui www.pocarisweat.id/lightupthetorch. Kita akan diberi waktu 15 detik untuk menekan obor sebanyak-banyaknya. Semakin tap yang kita lakukan, maka semakin tinggi pula skor yang akan didapatkan. Banyak hadiah menarik yang bisa kita dapatkan dalam permainan Light Up the Torch ini mulai dari tiket opening ceremony Asian Games 2018 sampai dengan handphone bagi yang beruntung.


You May Also Like

1 komentar

  1. Wuih, mantab ya warga Jogja. Antusias banget sama Asian Games 2018. Joss

    ReplyDelete