Search This Blog

November 10, 2018

,
Dalam rangka merayakan ulang tahun saya yang kesekian tanggal 9 November 2018 lalu. Saya memutuskan untuk rehat sejenak dari pekerjaan dan melakukan liburan tipis-tipis ke Kledung, Temanggung berbekal voucher hotel hadiah lomba punya teman yang hampir habis masa berlakunya. Ga terlalu jauh, hanya sekitar 2 jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari Jogja. Niatnya memang hanya ingin sedikit menjauh dari Jogja dan menikmati waktu di hotel saja. Kalau dilihat dari internet, suasana hotelnya cukup tenang.


Sengaja memulai perjalan sekitar jam 5.00 pagi dengan pertimbangan supaya jalanan belum terlalu ramai dan bisa menikmati pemandangan. Tapi sayang sekali karena semalaman Jogja diguyur hujan dengan cukup deras, tidak ada pemandangan cantik yang bisa dilihat selama perjalan. Tidak nampak Merapi dan Merbabu yang selalu muncul di pagi hari dan menyambut siapa saja yang akan meninggalkan Jogja. Begitu juga si kembar Sindoro dan Sumbing yang sama sekali tidak terlihat karena tertutup awan.



Walaupun sangat kecil kemungkinannya, saya tetap berharap kalau matahari tiba-tiba muncul dan bersinar pada saat tiba di Embung Kledung sekitar pukul 07.00. Karena daya tarik utama dari embung ini adalah latar belakang Gunung Sindoro dan Sumbing yang tampak berseberangan. Tapi sayangnya harapan tinggal harapan, matahari tak kunjung muncul sedangkan kabut semakin tebal. Akhirnya diputuskan untuk pergi ke Dieng Kledung Pass Hotel yang memang letaknya tidak terlalu jauh dari embung. Siapa tau boleh masuk kamar awal buat istirahat. Karena sebenarnya mata masih cukup ngantuk karena semalam kurang tidur.



Tapi karena hari itu ada 3 bus rombongan yang menginap di Dieng Kledung Pass Hotel. Saya baru bisa masuk kamar sekitar pukul 12.00 siang menunggu tamu sebelumnya keluar. Sambil nungguin pukul 12.00, coba lihat-lihat Google Map ada wisata atau tempat yang menarik apalagi disekitar hotel. Karena niatnya memang ga pengen jauh-jauh dari hotel. Akhirnya diputuskan lah untuk mengunjungi Goa Maria Taroanggro yang jaraknya hanya sekitar 2 km saja dari hotel.
Goa Maria Taroanggro ini boleh dibilang tempat wisata ziarah umat Katholik yang masih cukup baru. Bukan hanya umat Katholik saja yang diperbolehkan masuk, semua orang bisa masuk ke dalam kawasan ini. Selain ada gua Maria, di dalamnya juga terdapat ruang diorasi dan juga patung Yesus yang cukup besar.

Selesai berkeliling Gua Maria Taroanggro, ternyata waktu masih pukul 11.00. Rasanya terlalu awal kalau harus kembali ke hotel. Yang pasti kamar pasti juga belum siap. Ngopi jadi salah satu solusi untuk menghabiskan waktu. Kebetulan di area parkir ada cafe sederhana yang bernama nDeso Coffee. Saya bukan pecinta kopi, tapi karena tidak ada tempat lain akhirnya mampir ke sini menunggu pukul 12.00. Kopi yang ada di sini berasal dari perkebunan yang berada di lereng Sindoro dan Sumbing.



Waktu yang ditunggu tiba juga. Tepat pukul 12.00 akhirnya bisa masuk kamar hotel juga. Dieng Kledung Pass Hotel ini beralamat di Jalan Raya Parakan Wonosobo, Kertek, Wonosobo. Lokasinya persis diantara gapura batas kabupaten Temanggung dan Wonosobo.



Dieng Kledung Pass Hotel ini sepertinya satu-satunya hotel yang cukup besar yang berada di jalur menuju ke Wonosobo dari Temanggung. Jika dilihat dari luar, hotel ini hanya tampak seperti hotel lawas yang membosankan. Terdiri dari 3 lantai dengan model bangunan yang kuno.
Memasuki kamar hotel, kita akan disambut dengan perabotan yang juga tidak kalah lawasnya. Mulai dari pintu sampai dengan lemari dan meja lengkap dengan TV tabungnya. Setiap kamar dilengkapi dengan teras dan balkon yang bisa digunakan untuk bersantai.



Sempat bingung karena tidak melihat pintu kamar mandi? Dalam hati mikir jangan-jangan kamar mandinya barengan kaya kos-kosan. Tapi ternyata setelah diulik-ulik, pintu kamar mandinya menyatu dengan lemari baju. Jadi satu pintu lemari tersebut adalah pintu rahasia menuju ke kamar mandi. Berasa kaya nonton film jaman dahulu ga sih? Kamar mandinya cukup besar karena ada bathtub juga. Yang penting adalah ada air hangatnya. Udara dilereng Sindoro dan Sumbing setiap harinya selalu berada dibawah 20 derajat Celcius. Jadi mandi dengan air hangat itu penting sekali. Apalagi sambil berendam di bathtub.



Ga perlu nanya ada AC apa enggak. Tanpa AC pun suhu udara di sini udah cukup bikin mengigil. Apalagi buat orang yang biasa tinggal di kota. Walaupun ga bisa dibilang cukup empuk, kasur di Dieng Kledung Pass Hotel ini masih cukup nyaman untuk dibuat tidur. Karena yang paling penting adalah selimut tebal untuk menghalau udara dingin saat malam hari.



Kelebihan dari Dieng Kledung Pass Hotel ini tentu saja adalah pemandangannya yang luar biasa. Di depan hotel bisa lihat langsung Gunung Sumbing, sementara dibelakangnya ada Gunung Sindoro. Dengan catatan kalau cuaca sedang cerah dan ga tertutup kabut ya. Jadi kalau bisa memilih, pilih kamar yang berada di lantai 2 atau 3 biar pemandangan kearah kedua gunung tersebut lebih leluasa. Kalau kamar yang berada di lantai paling bawah pemandangan kearah Sindoro dan Sumbing agak sedikit tertutup.



Beruntunglah pagi hari lalu Sindoro mau menampakan diri. Dari dalam kamar pun bisa terlihat dengan sangat jelas. Rasanya tenang dan adem banget pikiran bisa lihat pemandangan secantik itu langsung dari kamar. Coba kalau bisa lihat setiap hari. Pasti stress berkurang dan hidup bisa lebih menyenangkan.

Sebenarnya Dieng Kledung Pass Hotel ini punya kolam renang yang berada di depan hotel. Tapi sayangnya, waktu kemarin di sana kolamnya tampak tidak terisi air. Mungkin sedang dikuras atau dalam perbaikan. Tapi walaupun ada airnya sekalipun ga akan berenang juga sih. Mengingat udara yang cukup dingin. Kecuali kalau isinya air hangat. :P




Dibelakang hotel terdapat taman yang menyatu dengan perkebunan penduduk. Ada juga gazebo atau pendopo yang biasa digunakan untuk acara-acara pesta seperti pernikahan. Sepertinya seru juga kalau buat pelaminan dengan latar belakang Gunung Sindoro.



Di depan hotel terdapat restoran yang digunakan untuk tempat sarapan dan juga masyarakat umum yang memang sedang melintas disekitar Kledung. Menu sarapannya memang tidak banyak, hanya ada pilihan nasi soto atau nasi rawon dengan tambahan minum teh anget. Selain kedua makanan tersebut dikenakan biaya seperti tamu umum. Rasa rawonnya memang tidak bisa dibilang enak, tapi masih bisa diterima oleh lidah dan perut.

Kalau ada kesempatan lagi, masih pengen menikmati waktu di Dieng Kledung Pass Hotel ini. Yang penting bukan pada saat musim hujan seperti sekarang ini supaya bisa dapat pemandangan yang lebih cantik.



November 6, 2018

,
Selain rasa makanan yang enak, alasan lain yang menjadi penentu saat orang memilih restoran atau tempat makanan tentu saja adalah suasananya. Jika suasananya cukup menyenangkan,pasti orang akan betah berlama-lama atau bahkan sering-sering berkunjung ke tempat tersebut. Suasana pedesaan yang adem dengan persawahan hijau sepertinya saat ini mulai diburu banyak orang. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya restoran yang lokasinya berada ditengah perkampungan dan jauh dari pusat kota. Untuk orang kota yang sudah terbiasa dengan hiruk pikuk lalu lintas jalanan yang macet, tempat seperti ini bisa menjadi tempat untuk sejenak bersantai dan menikmati suasana yang masih alami.



Tidak hanya Sleman saja yang  punya tempat-tempat makanan dengan nuansa pedesaan. Bantul juga ternyata punya restoran dengan nuansa pedesaan yang cukup khas dan tidak kalah menarik. Salah satunya adalah Warung Omah Sawah Tembi.



Warung Omah Sawa Tembi terletak di Dukuh Tembi, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul yang dapat ditempuh kurang lebih selama 15 menit perjalanan dari Malioboro dengan menggunakan kendaraan pribadi. Warung Omah Sawah Tembi cukup mudah ditemukan karena letaknya berada dipinggir jalan raya.



Jika dilihat dari luar, Warung Omah Sawah Tembi memang hanya tampak seperti sebuah warung kecil biasa. Namun jika sudah masuk ke dalam, baru lah kita bisa menikmati suasananya. Sebuah pendopo yang sangat khas Jawa tampak dikelilingi persawahan yang hijau. Pendopo dibangun tanpa sekat sama sekali sehingga kita bisa melihat langsung kearah persawahan yang ditengahnya terdapat jalan kampung. Pada sore hari kita bisa melihat aktivitas penduduk yang hendak pulang menuju ke rumah dari sawah atau anak-anak yang bersepeda sepulang dari TPQ. 





Beberapa menu andalan di Warung Omah Sawah Tembi antara lain nasi goreng hijau,nila bakar, ayam bakar, nila goreng, ayam goreng, mangut lele, tumis kembang pepaya, tumis daun pepaya, tumis genjer, dan lodeh lombok ijo. Selain itu tersedia juga menu khusus untuk rombongan. Untuk menu rombongan maksimal harus memesan satu hari sebelumnya.



Waktu paling tepat untuk datang ke Warung Omah Sawah Tembi adalah menjelang sore hari. Selain  menikmati pemandangan persawahan yang adem, kita juga akan disuguhi dengan penampakan matahari terbenam yang cantik. Ditambah lagi dengan suara kodok yang bersahutan yang membuat suasana menjadi lebih  syahdu.

October 26, 2018

,


Apa yang biasa kamu lakukan untuk menghabiskan malam akhir pekan bersama teman atau pasangan?  Kalau jalan-jalan ke mall atau nonton bioskop sepertinya sudah biasa ya. Untuk yang mau coba malam mingguan yang berbeda, bisa coba datang ke Grand Quality Hotel yang berada di Jalan Adi Sutjipto Maguwo. Karena di sana setiap Jumat dan Sabtu ada acara seru yang bernama "Weekend Well Spent with eXpression Band".

Acara seru ini dimulai pukul 20.00 WIB bertempat di D'Lounge Grand Quality Hotel. eXpression Band siap menemani malam akhir pekan kita dengan membawakan lagu-lagu pilihan. Selain itu kita juga bisa request lagu favorit kita. Dijamin akhir pekan kita akan lebih terasa santai dan menyenangkan selayaknya akhir pekan yang memang harus dinikmati tanpa beban.



Sebagai teman untuk bersantai, kita bisa mencicipi kelezatan thai tea dan sepotong cake cukup dengan membayar Rp30.000/orang saja. Selain itu juga ada berbagai jenis minuman lain seperti cocktail yang bisa dipilih di D'Lounge Grand Quality Hotel.



Ruangan D'Lounge yang memang tidak terlalu besar membuat suasana menjadi lebih hangat dan intim. Kursi yang ada cukup nyaman untuk digunakan berlama-lama menghabiskan waktu sambil mendengarkan lagu-lagu dari eXpression Band.

Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi GQ Hotel Yogyakarta
Jl. Laksda Adisucipto no 48 Yogyakarta Telp: 0274-485005 atau
MELDA : 081227472233 ( WA )
ARLIS : 085600924332 (WA)

September 21, 2018

,
Ngomongin masalah kuliner atau makanan memang tidak akan pernah ada habisnya. Salah satu alasannya adalah karena makanan merupakan kebutuhan pokoknya manusia yang tidak bisa tergantikan. Namun sekarang ini kuliner tidak hanya menjadi sebuah kebutuhan pokok saja,tetapi sudah menjadi salah satu gaya hidup. Tidak mengherankan jika bisnis kuliner merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan dan diminati oleh banyak orang. Bahkan dari tahun ke tahun, bisnis kuliner berkembang semakin pesat.

Bisnis kulliner di era digital seperti sekarang ini tidak hanya sebatas tentang rasa makanan yang dijual saja, tetapi juga tentang food creative media digital atau teknik menyajikan makanan menjadi terlihat menarik dan mengundang selera dalam visual media digital. Hal ini akan sangat berguna ketika kita kan membuat buku menu atau mengiklankan makanan yang kita jual melalui majalah atau media digital lain seperti Instagram.



Saya cukup beruntung karena bisa hadir dalam acara Workshop Optimizing Content & SEO Instagram for F&B bersama Luminos yang diselenggarakan di The Rich Hotel Yogyakarta pada Kamis, 13 September 2018 lalu. Dari acara ini saya bisa mendapat banyak sekali ilmu tentang membuat food photography yang bagus sekaligus online marketing.

Belajar food photography bersama Wimbo Prakoso

Ada yang belum tahu siapa Wimbo Prakoso? Untuk yang hobi kuliner pasti sudah tidak asing dengan nama yang satu ini. Dia merupakan salah satu food photographer yang sudah cukup terkenal dan pernah bekerjasama dengan banyak brand ternama di Indonesia. Pengikutnya di Instagram saat ini sudah mencapai 28 ribu orang lebih. Profesinya saat ini bermula dari hobinya yang suka kulineran.

Menurut Wimbo Prakoso, untuk menghasilkan foto makanan yang menarik tidak selalu harus mengandalkan kamera yang mahal. Karena ponsel jaman sekarang pun banyak yang sudah memiliki kualitas sangat baik, walaupun penggunaannya masih terbatas.



Food photography dibagi menjadi 3 jenis yaitu Foodporn, advertorial,dan lifestyle. Foodporn biasanya digunakan untuk media iklan seperti daftar menu, poster, dan banner. Foodporn hanya menampilkan makanan saja dengan jelas dalam sebuah foto. Sementara itu tipe advertorial biasanya digunakan oleh sang fotografer sebagai portofolio. Bukan cuma makanan saja yang ada dalam foto jenis ini, makanan  ditampilkan dengan berbagai properti lain sesuai dengan tema yang ingin ditampilkan agar foto terlihat lebih bercerita. Yang terakhir adalah jenis food photography lifestyle. Dalam jenis foto ini makanan dipadukan dengan interaksi manusia di dalamnya agar foto bisa terlihat lebih humanis.

Ada 3 jenis angle foto yang bisa digunakan dalam food photography. Yaitu:
  • Flatlay: Teknik pengambilan foto dari atas makanan atau tempat yang lebih tinggi. Dengan teknik ini kita bisa memperlihatkan semua makanan yang ada di atas meja dengan posisi yang sejajar.
  • Eye level: Teknik pengambilan foto makanan dari ketinggian mata. Teknik yang satu ini berguna untuk memperlihatkan properti lain yang ada disekitar makanan.
  • Frog view: Teknik pengambil foto dengan posisi sejajar atau berada sedikit dibawah obyek. Teknik ini berfungsi untuk memperlihatkan bentuk tinggi dari makanan yang akan difoto.

Selain teknik yang benar, penataan makanan menjadi salah satu kunci untuk mendapatkan foto makanan yang lebih menarik.

Instagram Marketing bersama Dosen Jualan

Selain belajar food photography bersama Wimbo Prakoso, dalam workshop ini juga diajarkan Instagram marketing oleh Dosen Jualan. Instagram sampai saat ini masih menjadi salah satu alat pemasaran yang cukup mumpuni dalam dunia digital. Banyak orang di Indonesia yang setiap harinya menghabiskan cukup banyak waktunya hanya untuk membuka Instagram. Walaupun fiturnya cukup terbatas, namun jika dikelola dengan cukup baik Instagram bisa memberikan dampak yang cukup baik untuk bisnis kuliner kita.Instagram mempunyai kemampuan mendeliver tampilan visual foto yang kita hasilkan. 

Salah satu hal yang penting saat akan menggunakan Instagram untuk pemasaran adalah dengan mengisi bio Instagram kita dengan menaruh kata kunci yang berhubungan dengan bisnis kita. Selain bio yang menarik, cara kita untuk mendapatkan lebih banyak follower di Instagram adalah personal branding dan juga penggunaan tagar yang menarik. Setiap postingan yang kita unggah di Instagram setidaknya ada 3 jenis tagar yaitu tagar jualan, tagar yang relevan dengan jualan kita,dan tagar yang sedang trending. Ketiga tagar tersebut dapat membantu kita untuk menambah pengikut Instagram. Untuk memperoleh tagar yang relevan dengan kata kunci yang kita gunakan bisa melihat di http://web.stagram.com.

Sifat manusia sekarang ini adalah selalu ingin yang lebih praktis. Oleh karena itu jangan lupa membuat link chat langsung ke Whatsapp kita. Caranya adalah dengan menulis wa.me/628657XXXXXX (nomer telp kita) pada kolom website di bio Instagram. Dengan cara ini orang tidak perlu lagi repot-repot untuk mencatat nomer telpon kita dan langsung bisa menghubungi kita.


Food Creative Media Digital bersama Luminos

Untuk belajar lebih lanjut  tentang food photography.Saat ini Luminos membuka beberapa kelas dan juga kursus singkat. Kenapa harus Luminos?
  1. Luminos dilengkapi dengan peralatan profesional. Ruang praktik dilengkapi dengan peralatan yang sesuai dengan perkembangan dunia industri creative media creator yang modern. Properti pendukung pembelajaran yang beraneka ragam, modern, dan rapi. Ruangan teori yang nyaman, dilengkapi dengan AC, smartboard, proyektor, dan glassboard.
  2. Kelas terdiri dari 10% teori dan 90% praktik secara langsung. Praktik yang konsisten, konstan, dan berkelanjutan terbukti efektif memudahkan siswa mempelajari materi dan mengembangkan potensi diri. Hal ini yang membuat Luminos menjadi salah satu lembaga pendidikan media creative digital yang berbeda dan tidak akan ditemukan di tempat lain.
  3. Tenagag pengajar profesional terbaik di bidangnya dengan memadukan professional creative creator dan education creative creator. Professional creative creator merupakan praktisi dari lingkup dunia industri food photographer, food stylish, food blogger, dan food creative lainnya. Sedangkan education creative creator adalah pengajar akademik yang berasal dari Kota Yogyakarta ataupun dari dari luar Yogyakarta. Selain itu juga dengan mendatangkan tamu praktisi profesional sebagai pengajar khusus dalam setiap programnnya.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Luminos bisa menghubungi Ahmad Harisatu Zakaria di nomer telpon 081-2592-3292. 




Ion's International Education 




September 18, 2018

,


Sate dengan bumbu kacang atau bumbu kecap sepertinya sudah biasa dan banyak dijumpai di Jogja. Tapi pernah kah mendengar atau bahkan mencoba sate merah yang ada di Sate Ratu? Sate yang satu ini memang tidak menggunakan bumbu kacang melainkan menggunakan racikan cabe merah yang dicampur dengan bumbu rahasia hasil olahan sang pemiliknya langsung yang terinspirasi dari bumbu sate yang ada di Lombok.



Secara tampilan, sate merah ini memang terlihat sangat sederhana. Hanya ada beberapa tusuk sate berwarna kemerahan tanpa taburan bumbu. Tapi soal rasa, dijamin akan membuat lidah kita bergoyang karena bumbunya yang sangat terasa dan meresap. Rasanya perpaduan antara pedas dan gurih. Rahasia kelezatan sate merah ini berasal dari proses perendaman sate ke dalam bumbu rahasia sebelum dibakar. Selain itu sate merah ini juga menggunakan fillet daging ayam merah pilihan dengan potongan yang cukup besar.


 
Selain sate merah, menu lain yang wajib di coba di Sate Ratu adalah lilit basah. Pernah coba sate lilit dari Bali? Lilit basah ini memang mirip dengan sate lilit. Bedanya adalah lilit basah dimasak dengan cara dikukus dan dibentuk kotak-kotak. Lilit basah disajikan bersama acar timun dengan taburan bawang goreng serta sedikit kuah dengan rasa gurih. Kedua makanan tersebut paling enak disantap saat masih hangat bersama dengan nasi putih.



Owner Sate Ratu Fabian Budi Seputro dan Maria Watampone memulai usaha kuliner pada tahun 2015 setelah memutuskan berhenti dari usaha dunia hiburan yang telah membesarkan namanya. Pada awalnya usaha kuliner tersebut bernama Angkringan Ratu yang berlokasi di Jalan Solo. Seperti angkringan pada umumnya, Angkringan Ratu menjual berbagai jenis sate yang diolah sendiri. Namun karena berbagai kendala, akhirnya pada Maret 2016 Angkringan Ratu berubah nama menjadi Sate Ratu dan hanya menjual 3 menu andalan yang paling laris yaitu sate merah, lilit basah, dan ceker tugel.



Yang unik, Sate Ratu ini memang belum terlalu terkenal dikalangan orang Jogja sendiri namun justru sangat terkenal dikalangan turis luar negeri. Sampai saat ini Sate Ratu sudah dikunjungi oleh turis asing dari 67 negara. Sisi tembok sebelah barat bisa kita banyak sekali foto dan testimoni dari orang-orang yang pernah mencicipi kelezatan sate merah di sini. Selain itu Sate Ratu juga sering mendapatkan beberapa penghargaan bergengsi seperti dari Bekraf dan Tripadvisor.
Ada yang penasaran juga dengan kelezatan sate merahnya?


Sate Ratu
- Jogja Paradise Foodcourt, Jalan Magelang KM 6 Sleman, Yogyakarta
- Buka setiap Senin-Sabtu, pukul 11.00-21.00 WIB


September 15, 2018

,



Selain karena makanannya yang enak, suasana yang tenang dan menyenangkan menjadi faktor penting lain saat orang akan memilih tempat makan. Makanan yang enak akan terasa lebih sempurna jika suasana tempat yang dikunjungi cukup nyaman. Pemandangan yang cantik dan Instagramable adalah sebuah nilai tambah. Terutama untuk para generasi muda jaman sekarang. Kuliner tidak hanya sekedar aktivitas makan saja, tetapi juga ajang untuk foto-foto untuk diunggah di media sosial.

Disawa Pawon memang terbilang masih cukup baru. Restoran yang berada di Jalan Sawahan Lor, Demangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman ini baru dibuka pada awal Agustus 2018 lalu. Disawa Pawon menawarkan konsep tradisional Jawa yang dipadukan dengan suasana alami pedesaan yang asri. Sesuai dengan namanya, Disawa Pawon berada ditengah persawahan serta perkebunan penduduk yang membuat suasananya sangat tenang.



Pemilik sekaligus penggagas restoran ini adalah kepala dusun dimana tempat ini berada. Disawa Pawon menjadi pelopor rencana pembentukan desa wisata. Disekitar Disawa Pawon memang terdapat beberapa wisata menarik yang nantinya akan lebih dikembangkan agar menarik lebih banyak pengunjung.




Menempati sebuah rumah limasan dan joglo yang cukup besar, Disawa Pawon memang mempunyai keunikan tersendiri. Pagar rumahnya yang dicat dengan warna hijau dan kuning senada dengan warna padi dan pepohonan yang ada disekitarnya. Menurut cerita pada jaman dahulu rumah joglo yang dicat merupakan simbol strata sosial warga yang lebih tinggi. Memasuki dalam rumah, kita akan disambut dengan ruangan luas tanpa sekat sampai ke dapur (pawon). Bahkan dibagian belakang pun tidak ada tembok sehingga kita bisa melihat langsung ke arah kebun warga.



Ada beberapa tiang penyangga rumah yang menjadi ciri khas rumah tradisional Jawa. Tiang-tiang tersebut dihiasi dengan tirai serta beberapa kukusan dari bambu yang digantung. Semua meja dan kursi yang ada Disawa Pawon semuanya menggunakan kayu.




Beberapa menu andalan di Disawa Pawon antara lain sate lilit, nila bakar, dan ayam goreng. Yang menarik adalah sebagian besar bahan yang digunakan merupakan hasil budi daya dari penduduk sekitar. Menu Disawa Pawon disajikan dengan cukup unik, nasi dibuat semacam tumpeng kecil yang biasanya digunakan pada acara-acara penting. Selain Untuk minuman,yang wajib dicoba di Disawa Pawon adalah kopi luwak dan es kelapa muda. Kopi luwak yang ada di sini diambil langsung dari para penghasil kopi luwak yang ada di Bali. Disawa Kopi juga menjual kopi luwak kemasan untuk dibawa pulang dengan harga yang lebih murah dibandingkan ditempat lain.



Untuk bisa lebih menikmati dan masuk dalam suasana tradisionalnya, Disawa Pawon juga menyediakan pakaian tradisional seperti kebaya,jarik, lurik, dan blangkon yang bisa digunakan pengunjung secara gratis.


Disawa Pawon

  • Jalan Sawahan Lor, Demangan, Wedomartani,Ngemplak, Sleman, Yogyakarta
  • Telp: 0812-2973-4522
  • Buka setiap hari mulai pukul 11.00 - 23.00 WIB

September 10, 2018

,
Bolpoin atau pulpen sepertinya bukan barang yang asing bagi semua orang. Dari kecil kita sudah terbiasa memakainya untuk menulis. Walaupun jaman sudah serba digital, termasuk dalam media menulis. Tapi sepertinya pulpen masih belum tergantikan. Apa merk bolpoin favorit kalian? Pasti jawaban terbanyak adalah Standard Pen.

Standard Pen adalah salah satu merk ballpaint yang sudah dikenal cukup lama. Kurang lebih sudah dua dekade Standard hadir di Indonesia. Kualitasnya yang sangat bagus menjadikannya salah satu ballpoint yang paling banyak digemari. Salah satu keunggulannya adalah penggunaan oil gel atau tinta pekat yang membuat ballpoint Standard sangat nyaman saat digunakan. Dulu ada yang sering dimarahi orang tua karena saku bajunya kotor terkena ceceran tinta pulpen? Kalau pakainya Standard Pen,hal ini pasti tidak akan pernah terjadi.


Kreatif  Pasti Sukses

Di era millenials seperti sekarang ini, salah satu kunci sukses adalah kreatif. Karena saat ini persaingan di dalam bidang apapun sangat ketat. Siapa saja yang punya kreativitas tinggi pasti akan memenangkan persaingan tersebut. Untuk mengajak remaja lebih kreatif, Standard Pen mengadakan acara Kreatif Pasti Sukses yang digelar pada tanggal 8 dan 9 Agustus 2018 bertempat di Jogja City Mall.



Kreatif Pasti Sukses ini diisi dengan berbagai acara seru dan juga workshop membuat berbagai jenis kerajinan atau kreativitas yang alat utamanya adalah bolpoin atau alat warna seperti membuat kaligrafi, sketsa, bullet journal,doodle, dan teknik sgrafito. Workshop ini diberikan secara gratis untuk peserta yang sudah mendaftar terlebih dahulu. Selain itu juga ada banyak hasil karya seni yang dipajang di atrium Jogja City Mall selama acara berlangsung.

photo by: Ardian Kusuma (bookpacker.com)

Puncak dari acara Kreatif Pasti Sukses ini diisi dengan talkshow bersama Maudy Ayunda dan CEO PT. Standardpen Industries Megusdyan Susanto. Maudy merupakan salah satu remaja Indonesia yang kreatif dan berprestasi lulusan Oxford University.


Workshop membuat bullet journal

Bersama dengan beberapa teman Blogger dari Jogja, saya berkesempatan mengikuti workshop membuat bullet journal. Ada yang sudah tahu atau bahkan sudah sering membuat bullet journal? Bahasa sederhana bullet journal itu adalah buku catatan yang kita buat sekreatif mungkin dengan berbagai tambahan seperti gambar, foto, sticky note atau catatan-catatan yang menarik.

photo by: Ardian Kusuma (bookpacker.com)

Bullet journal dibuat untuk membantu kita mengingat apa yang pernah terjadi pada masa lalu, mencatat apa yang terjadi saat ini atau merencanakan apa yang bakal kita lakukan. Untuk orang yang ingatannya cukup pendek, benda yang satu ini memang cukup berguna. Bullet journal pertama kali diperkenalkan oleh seorang desainer asal New York yang bernama Ryder Carrol. Sejak kecil dia mengalami gangguan belajar sehingga tidak mudah untuk fokus saat mengerjakan sesuatu.



Bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat bullet journal adalah buku dan alat tulis. Untuk membuatnya lebih menarik kita juga bisa menyiapkan bolpoin warna, kertas warna-warni, gunting,lem, dan pita. Lembar demi lembar yang ada di buku tulis tersebut bisa dikreasikan sedemikian rupa sesusai kemampuan kita. Untuk yang pintar menggambar mungkin bisa digambari agar nantinya catatan yang ada di dalamnya bisa lebih menarik. Karena saya tidak bisa menggambar, saya lebih memilih menghiasi bullet journal saya dengan hiasan berbagai kertas agar terlihat lebih cantik.

Gampang kan bikin bullet journal??



September 7, 2018

,

Daerah Prawirotaman memang dikenal sebagai kampung turisnya Jogja. Bukan tanpa alasan, julukan tersebut bermula karena banyaknya turis yang singgah dan tinggal di Prawirotaman saat liburan ke Jogja. Bahkan turis dari luar negeri jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan turis dalam negeri. Oleh karena itu tidak sedikit pula yang menyebut Prawirotaman sebagai Balinya Jogja.

Berbagai jenis penginapan bisa sangat mudah ditemukan disekitar Prawirotaman. Mulai dari yang murah sampai dengan penginapan yang cukup mewah. Tidak cuma hotel, cafe dan restoran pun seperti menjamur di Prawirotaman. Mau sekedar nongkrong cantik atau ngebir, semua bisa tinggal pilih. Bahkan ada beberapa cafe yang buka selama 24 jam. Salah satunya ada Lawas 613 Cafe yang terletak di Jalan Prawirotaman 2. Ada yang suka ngerjain deadline sampai larut malam?

Bagian bawah Lawas 613 Cafe


Lawas 613 Cafe lokasinya persis berada satu area dengan Hotel Adhisthana, salah satu hotel yang cukup unik di Prawirotaman dengan hiasan pintu dan jendela kuno yang disusun rapi di tembok depan. Ornamen seperti ini juga bisa dilihat di Lawas 613 Cafe tepatnya di ruangan yang semi outdoor atau smoking area.

Ruangan semi outdoor atau smoking area



Lawas 613 Cafe terdiri dari 3 area. Area pertama berada di lantai bawah dekat dengan pintu masuk Hotel Adhistana dan berada dipinggir jalan. Hanya ada beberapa kursi dan meja lengkap dengan payung besar untuk menahan sinar matahari saat siang hari.

Ruangan indoor


Sementara itu di lantai 2 terdapat ruangan semi outdoor dan indoor yang baru dibuat satu tahun lalu. Ruangan indoor ini dulunya merupakan meeting room dari Hotel Adhistana yang kini diubah menjadi ruangan cafe yang sangat cantik. Ruangan ini setiap pagi masih digunakan sebagai tempat sarapan tamu hotel. Jadi tidak heran kalau terlihat beberapa meja lengkap dengan alat prasmanan. Bar yang dulunya berada di lantai bawah sekarang juga sudah dipindah ke area indoor ini. Ruangan semi outdoor biasanya menjadi favorit pengunjung yang ingin nongkrong sambil merokok. Semua ruangannya terjangkau oleh Wi-Fi yang lumayan kencang.

Salah satu menu andalan Lawas 613 Cafe 


Untuk masalah makanan, Lawas 613 Cafe punya menu western dan asian food. Menu andalan yang menjadi favorit adalah nasi goreng buntut dan fish & chip. Kedua menu tersebut paling banyak dipesan orang di Lawas 613 Cafe. Selain kedua menu tersebut masih banyak pilihan lain lengkap dengan starter dan juga desert.

Untuk yang ingin datang untuk sekedar bersantai atau mengerjakan tugas, ada banyak pilihan minuman yang ada di menu. Mulai dari yang tradisional seperti wedang uwuh dan teh poci sampai dengan bir. Ada juga berbagai jenis jus buah untuk yang ingin hidup sehat. Buat para pecinta kopi, Lawas 613 Cafe juga juga menyediakan berbagai minuman olahan kopi yang berasal dari berbagai daerah. Harga makanan mulai dari Rp 30 ribuan, sedangkan minuman mulai dari Rp 10 ribuan.


Lawas 613 Cafe
Jalan Prawirotaman 2 no. 613 Brontokusuman, Yogyakarta

Follow me @novaaristianto