Search This Blog

September 18, 2018

,


Sate dengan bumbu kacang atau bumbu kecap sepertinya sudah biasa dan banyak dijumpai di Jogja. Tapi pernah kah mendengar atau bahkan mencoba sate merah yang ada di Sate Ratu? Sate yang satu ini memang tidak menggunakan bumbu kacang melainkan menggunakan racikan cabe merah yang dicampur dengan bumbu rahasia hasil olahan sang pemiliknya langsung yang terinspirasi dari bumbu sate yang ada di Lombok.



Secara tampilan, sate merah ini memang terlihat sangat sederhana. Hanya ada beberapa tusuk sate berwarna kemerahan tanpa taburan bumbu. Tapi soal rasa, dijamin akan membuat lidah kita bergoyang karena bumbunya yang sangat terasa dan meresap. Rasanya perpaduan antara pedas dan gurih. Rahasia kelezatan sate merah ini berasal dari proses perendaman sate ke dalam bumbu rahasia sebelum dibakar. Selain itu sate merah ini juga menggunakan fillet daging ayam merah pilihan dengan potongan yang cukup besar.


 
Selain sate merah, menu lain yang wajib di coba di Sate Ratu adalah lilit basah. Pernah coba sate lilit dari Bali? Lilit basah ini memang mirip dengan sate lilit. Bedanya adalah lilit basah dimasak dengan cara dikukus dan dibentuk kotak-kotak. Lilit basah disajikan bersama acar timun dengan taburan bawang goreng serta sedikit kuah dengan rasa gurih. Kedua makanan tersebut paling enak disantap saat masih hangat bersama dengan nasi putih.



Owner Sate Ratu Fabian Budi Seputro dan Maria Watampone memulai usaha kuliner pada tahun 2015 setelah memutuskan berhenti dari usaha dunia hiburan yang telah membesarkan namanya. Pada awalnya usaha kuliner tersebut bernama Angkringan Ratu yang berlokasi di Jalan Solo. Seperti angkringan pada umumnya, Angkringan Ratu menjual berbagai jenis sate yang diolah sendiri. Namun karena berbagai kendala, akhirnya pada Maret 2016 Angkringan Ratu berubah nama menjadi Sate Ratu dan hanya menjual 3 menu andalan yang paling laris yaitu sate merah, lilit basah, dan ceker tugel.



Yang unik, Sate Ratu ini memang belum terlalu terkenal dikalangan orang Jogja sendiri namun justru sangat terkenal dikalangan turis luar negeri. Sampai saat ini Sate Ratu sudah dikunjungi oleh turis asing dari 67 negara. Sisi tembok sebelah barat bisa kita banyak sekali foto dan testimoni dari orang-orang yang pernah mencicipi kelezatan sate merah di sini. Selain itu Sate Ratu juga sering mendapatkan beberapa penghargaan bergengsi seperti dari Bekraf dan Tripadvisor.
Ada yang penasaran juga dengan kelezatan sate merahnya?


Sate Ratu
- Jogja Paradise Foodcourt, Jalan Magelang KM 6 Sleman, Yogyakarta
- Buka setiap Senin-Sabtu, pukul 11.00-21.00 WIB


September 15, 2018

,



Selain karena makanannya yang enak, suasana yang tenang dan menyenangkan menjadi faktor penting lain saat orang akan memilih tempat makan. Makanan yang enak akan terasa lebih sempurna jika suasana tempat yang dikunjungi cukup nyaman. Pemandangan yang cantik dan Instagramable adalah sebuah nilai tambah. Terutama untuk para generasi muda jaman sekarang. Kuliner tidak hanya sekedar aktivitas makan saja, tetapi juga ajang untuk foto-foto untuk diunggah di media sosial.

Disawa Pawon memang terbilang masih cukup baru. Restoran yang berada di Jalan Sawahan Lor, Demangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman ini baru dibuka pada awal Agustus 2018 lalu. Disawa Pawon menawarkan konsep tradisional Jawa yang dipadukan dengan suasana alami pedesaan yang asri. Sesuai dengan namanya, Disawa Pawon berada ditengah persawahan serta perkebunan penduduk yang membuat suasananya sangat tenang.



Pemilik sekaligus penggagas restoran ini adalah kepala dusun dimana tempat ini berada. Disawa Pawon menjadi pelopor rencana pembentukan desa wisata. Disekitar Disawa Pawon memang terdapat beberapa wisata menarik yang nantinya akan lebih dikembangkan agar menarik lebih banyak pengunjung.




Menempati sebuah rumah limasan dan joglo yang cukup besar, Disawa Pawon memang mempunyai keunikan tersendiri. Pagar rumahnya yang dicat dengan warna hijau dan kuning senada dengan warna padi dan pepohonan yang ada disekitarnya. Menurut cerita pada jaman dahulu rumah joglo yang dicat merupakan simbol strata sosial warga yang lebih tinggi. Memasuki dalam rumah, kita akan disambut dengan ruangan luas tanpa sekat sampai ke dapur (pawon). Bahkan dibagian belakang pun tidak ada tembok sehingga kita bisa melihat langsung ke arah kebun warga.



Ada beberapa tiang penyangga rumah yang menjadi ciri khas rumah tradisional Jawa. Tiang-tiang tersebut dihiasi dengan tirai serta beberapa kukusan dari bambu yang digantung. Semua meja dan kursi yang ada Disawa Pawon semuanya menggunakan kayu.




Beberapa menu andalan di Disawa Pawon antara lain sate lilit, nila bakar, dan ayam goreng. Yang menarik adalah sebagian besar bahan yang digunakan merupakan hasil budi daya dari penduduk sekitar. Menu Disawa Pawon disajikan dengan cukup unik, nasi dibuat semacam tumpeng kecil yang biasanya digunakan pada acara-acara penting. Selain Untuk minuman,yang wajib dicoba di Disawa Pawon adalah kopi luwak dan es kelapa muda. Kopi luwak yang ada di sini diambil langsung dari para penghasil kopi luwak yang ada di Bali. Disawa Kopi juga menjual kopi luwak kemasan untuk dibawa pulang dengan harga yang lebih murah dibandingkan ditempat lain.



Untuk bisa lebih menikmati dan masuk dalam suasana tradisionalnya, Disawa Pawon juga menyediakan pakaian tradisional seperti kebaya,jarik, lurik, dan blangkon yang bisa digunakan pengunjung secara gratis.


Disawa Pawon

  • Jalan Sawahan Lor, Demangan, Wedomartani,Ngemplak, Sleman, Yogyakarta
  • Telp: 0812-2973-4522
  • Buka setiap hari mulai pukul 11.00 - 23.00 WIB

September 10, 2018

,
Bolpoin atau pulpen sepertinya bukan barang yang asing bagi semua orang. Dari kecil kita sudah terbiasa memakainya untuk menulis. Walaupun jaman sudah serba digital, termasuk dalam media menulis. Tapi sepertinya pulpen masih belum tergantikan. Apa merk bolpoin favorit kalian? Pasti jawaban terbanyak adalah Standard Pen.

Standard Pen adalah salah satu merk ballpaint yang sudah dikenal cukup lama. Kurang lebih sudah dua dekade Standard hadir di Indonesia. Kualitasnya yang sangat bagus menjadikannya salah satu ballpoint yang paling banyak digemari. Salah satu keunggulannya adalah penggunaan oil gel atau tinta pekat yang membuat ballpoint Standard sangat nyaman saat digunakan. Dulu ada yang sering dimarahi orang tua karena saku bajunya kotor terkena ceceran tinta pulpen? Kalau pakainya Standard Pen,hal ini pasti tidak akan pernah terjadi.


Kreatif  Pasti Sukses

Di era millenials seperti sekarang ini, salah satu kunci sukses adalah kreatif. Karena saat ini persaingan di dalam bidang apapun sangat ketat. Siapa saja yang punya kreativitas tinggi pasti akan memenangkan persaingan tersebut. Untuk mengajak remaja lebih kreatif, Standard Pen mengadakan acara Kreatif Pasti Sukses yang digelar pada tanggal 8 dan 9 Agustus 2018 bertempat di Jogja City Mall.



Kreatif Pasti Sukses ini diisi dengan berbagai acara seru dan juga workshop membuat berbagai jenis kerajinan atau kreativitas yang alat utamanya adalah bolpoin atau alat warna seperti membuat kaligrafi, sketsa, bullet journal,doodle, dan teknik sgrafito. Workshop ini diberikan secara gratis untuk peserta yang sudah mendaftar terlebih dahulu. Selain itu juga ada banyak hasil karya seni yang dipajang di atrium Jogja City Mall selama acara berlangsung.

photo by: Ardian Kusuma (bookpacker.com)

Puncak dari acara Kreatif Pasti Sukses ini diisi dengan talkshow bersama Maudy Ayunda dan CEO PT. Standardpen Industries Megusdyan Susanto. Maudy merupakan salah satu remaja Indonesia yang kreatif dan berprestasi lulusan Oxford University.


Workshop membuat bullet journal

Bersama dengan beberapa teman Blogger dari Jogja, saya berkesempatan mengikuti workshop membuat bullet journal. Ada yang sudah tahu atau bahkan sudah sering membuat bullet journal? Bahasa sederhana bullet journal itu adalah buku catatan yang kita buat sekreatif mungkin dengan berbagai tambahan seperti gambar, foto, sticky note atau catatan-catatan yang menarik.

photo by: Ardian Kusuma (bookpacker.com)

Bullet journal dibuat untuk membantu kita mengingat apa yang pernah terjadi pada masa lalu, mencatat apa yang terjadi saat ini atau merencanakan apa yang bakal kita lakukan. Untuk orang yang ingatannya cukup pendek, benda yang satu ini memang cukup berguna. Bullet journal pertama kali diperkenalkan oleh seorang desainer asal New York yang bernama Ryder Carrol. Sejak kecil dia mengalami gangguan belajar sehingga tidak mudah untuk fokus saat mengerjakan sesuatu.



Bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat bullet journal adalah buku dan alat tulis. Untuk membuatnya lebih menarik kita juga bisa menyiapkan bolpoin warna, kertas warna-warni, gunting,lem, dan pita. Lembar demi lembar yang ada di buku tulis tersebut bisa dikreasikan sedemikian rupa sesusai kemampuan kita. Untuk yang pintar menggambar mungkin bisa digambari agar nantinya catatan yang ada di dalamnya bisa lebih menarik. Karena saya tidak bisa menggambar, saya lebih memilih menghiasi bullet journal saya dengan hiasan berbagai kertas agar terlihat lebih cantik.

Gampang kan bikin bullet journal??



September 7, 2018

,

Daerah Prawirotaman memang dikenal sebagai kampung turisnya Jogja. Bukan tanpa alasan, julukan tersebut bermula karena banyaknya turis yang singgah dan tinggal di Prawirotaman saat liburan ke Jogja. Bahkan turis dari luar negeri jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan turis dalam negeri. Oleh karena itu tidak sedikit pula yang menyebut Prawirotaman sebagai Balinya Jogja.

Berbagai jenis penginapan bisa sangat mudah ditemukan disekitar Prawirotaman. Mulai dari yang murah sampai dengan penginapan yang cukup mewah. Tidak cuma hotel, cafe dan restoran pun seperti menjamur di Prawirotaman. Mau sekedar nongkrong cantik atau ngebir, semua bisa tinggal pilih. Bahkan ada beberapa cafe yang buka selama 24 jam. Salah satunya ada Lawas 613 Cafe yang terletak di Jalan Prawirotaman 2. Ada yang suka ngerjain deadline sampai larut malam?

Bagian bawah Lawas 613 Cafe


Lawas 613 Cafe lokasinya persis berada satu area dengan Hotel Adhisthana, salah satu hotel yang cukup unik di Prawirotaman dengan hiasan pintu dan jendela kuno yang disusun rapi di tembok depan. Ornamen seperti ini juga bisa dilihat di Lawas 613 Cafe tepatnya di ruangan yang semi outdoor atau smoking area.

Ruangan semi outdoor atau smoking area



Lawas 613 Cafe terdiri dari 3 area. Area pertama berada di lantai bawah dekat dengan pintu masuk Hotel Adhistana dan berada dipinggir jalan. Hanya ada beberapa kursi dan meja lengkap dengan payung besar untuk menahan sinar matahari saat siang hari.

Ruangan indoor


Sementara itu di lantai 2 terdapat ruangan semi outdoor dan indoor yang baru dibuat satu tahun lalu. Ruangan indoor ini dulunya merupakan meeting room dari Hotel Adhistana yang kini diubah menjadi ruangan cafe yang sangat cantik. Ruangan ini setiap pagi masih digunakan sebagai tempat sarapan tamu hotel. Jadi tidak heran kalau terlihat beberapa meja lengkap dengan alat prasmanan. Bar yang dulunya berada di lantai bawah sekarang juga sudah dipindah ke area indoor ini. Ruangan semi outdoor biasanya menjadi favorit pengunjung yang ingin nongkrong sambil merokok. Semua ruangannya terjangkau oleh Wi-Fi yang lumayan kencang.

Salah satu menu andalan Lawas 613 Cafe 


Untuk masalah makanan, Lawas 613 Cafe punya menu western dan asian food. Menu andalan yang menjadi favorit adalah nasi goreng buntut dan fish & chip. Kedua menu tersebut paling banyak dipesan orang di Lawas 613 Cafe. Selain kedua menu tersebut masih banyak pilihan lain lengkap dengan starter dan juga desert.

Untuk yang ingin datang untuk sekedar bersantai atau mengerjakan tugas, ada banyak pilihan minuman yang ada di menu. Mulai dari yang tradisional seperti wedang uwuh dan teh poci sampai dengan bir. Ada juga berbagai jenis jus buah untuk yang ingin hidup sehat. Buat para pecinta kopi, Lawas 613 Cafe juga juga menyediakan berbagai minuman olahan kopi yang berasal dari berbagai daerah. Harga makanan mulai dari Rp 30 ribuan, sedangkan minuman mulai dari Rp 10 ribuan.


Lawas 613 Cafe
Jalan Prawirotaman 2 no. 613 Brontokusuman, Yogyakarta

August 31, 2018

,

Ngopi akhir-akhir ini sepertinya selalu diidentikan dengan anak gaul yang serba kekinian. Banyak cafe atau tempat nongkrong baru bermunculan dengan mengusung kopi sebagai jualan utamanya. Fenomena seperti ini tidak hanya terjadi di kota besar saja, kota-kota kecil pun tidak mau ketinggalan dengan tren ini. Apalagi setelah muncul film yang mengangkat tema tentang kopi. Banyak orang yang akhirnya mulai melirik kopi.

Saya sebenarnya bukan pecinta kopi, tidak terlalu banyak tau juga tentang kopi. Tapi dari kecil saya sudah terbiasa minum kopi hitam karena meniru kakek nenek di kampung yang hampir setiap hari menyeduh kopi. Kopi yang saya minum berasal dari kebun milik sendiri. Hanya ada beberapa pohon saja, tapi saat musim kopi bisa menghasilkan cukup banyak buah. Bahkan kadang-kadang dijual kalau harganya lumayan tinggi.

Dari mulai pemetikan sampai proses penumbukan menjadi bubuk kopi semua dilakukan secara manual oleh kakek dan nenek.  Di rumah ada alat khusus bernama "lumpang" yang biasa digunakan untuk menumbuk kopi dan padi. Kopi jadi minuman wajib pada pagi atau sore hari untuk menghangatkan tubuh. Namun sayangnya sekarang sudah tidak terlalu banyak pohon kopi lagi di kampung saya.



Tidak terlalu jauh dari kampung saya, tepatnya di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah terdapat sebuah warung kopi sederhana bernama Tombo Coffee yang bisa dikunjungi jika ingin menikmati kopi sambil menikmati suasana pedesaan yang dikelilingi oleh kebun teh dan kopi.

Tombo Coffee berada pada ketinggian sekitar 700 mdpl sehingga udaranya cukup segar dan dingin. Apalagi keberadaan kebun teh yang tidak terlalu jauh dari Desa Tombo membuat suasana desa ini sangat asri dan tenang. Yang unik, kopi yang dijual di Tombo Coffee ini berasal dari hasil panen penduduk desa sekitar yang memang punya banyak perkebunan kopi. Jenis kopi yang dihasilkan ada robusta, arabica, dan excelsa.



Awalnya Tombo Coffee didirikan hanya sebagai tempat pengolahan kopi menjadi bubuk kopi saja. Selain itu tempat ini juga digunakan sebagai ajang silaturahmi antar warga. Tapi sekarang Tombo Coffee sudah disulap menjadi sebuah cafe sederhana yang setiap hari rame dikunjungi oleh para penikmat kopi. Tidak hanya warga sekitar, tapi juga orang yang sengaja datang untuk mencicipi kenikmatan Kopi Tombo walau jaraknya lumayan jauh dari kota. Tombo Coffee letaknya kurang lebih 25 km dari pusat Kota Batang.



Kopi tubruk jadi pilihan saya di sini. Alasannya cukup sederhana, karena saya ingin bernostalgia mengingatkan kembali jaman-jaman dulu saat kakek dan nenek saya masih hidup. Ditemani dengan pisang goreng, kopi tubruk yang sruput seolah membawa kembali memori saat masih kecil bersama kakek dan nenek. Saya sangat dekat dengan mereka. Yang tidak pernah memanggil mereka mbah. Saya selalu memanggil mereka bapak dan "simak", sama seperti saat memanggil kedua orang tua saya.



Untuk yang tidak suka kopi tubruk, di Tombo Coffee juga ada beberapa menu kopi lain yang lebih kekinian seperti Vietnam drip atau late dengan harga yang cukup terjangkau.



Untuk para pecinta kopi dijamin tidak akan menyesal kalau datang ke Tombo Coffee. Dimana lagi bisa menikmati kopi ditengah perkebunan kopinya langsung?
Tombo Coffee buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai pukul 17.00 WIB.


Tombo Coffee
Jalan Puncak KM 5 Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah
Telp: 0823-2660-8070

August 29, 2018

,


Sekitar 6 tahun yang lalu saat berada di Belanda, tepatnya di Kota Nunspeet, Gelderland saya pernah diajak oleh saudara saya untuk naik kuda keliling hutan. Yap, ini beneran menunggangi kuda sendiri lalu berkeliling hutan yang memang terletak tidak jauh dari pusat kota.

Karena ini adalah pengalaman pertama, ada ketakutan kalau terjadi apa-apa. Misalnya kalau tiba-tiba kudanya lari kenceng dan ga bisa dikendalikan. Tapi saudara saya meyakinan kalau kuda itu adalah salah satu hewan penurut asal kita tau bagaimana cara mendekati dan memperlakukan kuda tersebut dengan baik dan penuh perasaan.

Dengan training selama kurang lebih selama 15 menit, akhirnya saya bisa benar-benar menunggangi kuda dan berkeliling hutan. Berkuda itu sangat menyenangkan. Tidak hanya bisa membuat badan sehat, tapi juga membuat pikiran jadi lebih tenang. Apalagi kalau berkudanya di alam bebas dengan udara yang masih segar.

Akhirnya setelah 6 tahun, Minggu lalu bisa kesampaian lagi untuk menunggang kuda bersama teman-teman Blogger Jogja. Bukan di Belanda, tapi di Jogja. Mungkin banyak yang belum tau kalau ternyata di Jogja juga ada tempat wisata berkuda yang cukup seru dan menyenangkan bernama Bale Kuda Stable.



Ga cuma berkeliling paddock aja, kita juga bakal diajak berkuda mengitari kawasan sekitar melewati perkampungan, persawahan, dan Selokan Mataram yang cukup legendaris bagi warga Jogja. Dan yang paling seru adalah kita akan dibawa menyusuri sungai menggunakan kuda. Kebayang kan serunya kayak apa? Berasa seperti pendekar-pendekar di film Saur Sepuh.

Photo by Bale Kuda Stable


Selama ini berkuda memang dikenal sebagai salah satu olahraga yang cukup mahal dan hanya bisa dinikmati oleh beberapa kalangan saja. Yang pasti karena seekor kuda itu harganya cukup mahal. Selain itu berkuda juga membutuhkan tempat yang luas. Tapi di Bale Kuda Stable ini, semua orang bisa berkuda. Mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua sekalipun.

Banyak penelitian yang mengatakan bahwa berkuda untuk anak-anak bisa menumbuhkan keberanian dan ketangkasan. Bahkan bagi anak- anak berkebutuhan khusus, berkuda dapat merangsang pertumbuhan motorik. Sementara buat orang dewasa, menepuk-nepuk punggung kuda juga diyakini bisa menurunkan tekanan darah. Ada yang suka tensinya naik karena kerjaan? Mungkin ada baiknya untuk mencoba berkuda di Bale Kuda Stable ini.

Photo by Bale Kuda Stable


Bale Kuda Stable ini baru dibuka pada Januari 2017 lalu. Namun peminatnya sudah cukup banyak. Bukan cuma dari warga Jogja saja, banyak pula warga dari luar kota bahkan luar negeri pernah mencoba keseruan berkuda di Bale Kuda Stable.

Saat ini ada 4 kuda yaitu Putri, Dalmi, Dewi Merapi, dan Jelita yang menjadi penghuni Bale Kuda Stable dan siap memanjakan pengunjung yang ingin merasakan pengalaman berkuda. Keempatnya berjenis kelamin betina. Kuda betina katanya lebih tenang dan mudah untuk dilatih.

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, kuda adalah salah satu hewan yang cukup perasa. Dia tau siapa saja yang sayang sama mereka. Pemilik Bale Kuda Stable ini tampaknya memang menyayangi keempat kuda yang ada dengan sepenuh hati. Karena terlihat sekali kuda-kuda tersebut menjadi sangat penurut.

Ada beberapa pilihan paket berkuda di Bale Kuda Stable dengan harga yang cukup terjangkau. Mulai dari Rp20.000 untuk 2 kali putaran paddock atau Rp75.000 jika ingin ditambah dengan menyusuri Sungai Nglarang yang tepat berada disamping stable.

Photo by Bale Kuda Stable & anotherorion.com


Untuk yang ingin lebih lama berkuda, ada pilihan paket berkuda selama kurang lebih selama 45 menit sampai 1 jam dengan biaya Rp250.000. Rutenya berkeliling desa melewati perumahan penduduk, persawahan, Selokan Mataram, dan diakhiri dengan susur sungai Nglarang.

Photo by Bale Kuda Stable

Saya memilih rute yang panjang ini selain karena memang kangen menunggang kuda, saya juga ingin menikmati suasana pedesaan Jogja dengan cara yang berbeda. Bale Kuda Stable juga membuka kursus bagi yang ingin belajar berkuda loh. Konsepnya fun riding horse dengan biaya Rp100.000 per 30 menit Ada yang mau belajar berkuda?

Bale Kuda Stable ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 sampai pukul 17.00. Selamat berkuda!


Bale Kuda Stable
Jl. Sidomoyo - Cebongan Dusun Simping Janturan, RT.005/RW.13, Tirtoadi, Mlati, Sleman
Telp: 0878-3958-0689
Instagram: @balekudastable






August 26, 2018

,

Untuk masalah kuliner, Jogja dan sekitarnya sepertinya tidak akan pernah kehabisan tempat. Selalu ada saja tempat nongkrong atau tempat makan baru yang menawarkan konsep yang menarik. Mulai dari yang berkonsep modern sampai yang berkonsep tradisional sekalipun. Mau jenis makanan apa saja? Bisa tinggal pilih mau makan apa.



Buat yang sedang berjalan-jalan ke Candi Prambanan atau Candi Plaosan, sepertinya tidak boleh melewatkan Wedang Kopi Prambanan begitu saja. Restauran yang baru buka sekitar setahunan yang lalu ini punya konsep yang cukup unik. Yaitu perpaduan antara Jawa klasik dan alam.


Rumah Joglo yang dikelilingi kebun jagung


Wedang Kopi Prambanan terletak di Jalan raya Klaten-Manisrenggo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Letaknya sangat dekat dengan Candi Plaosan yang dikenal sebagai candi kembar dengan kisah romantis dibalik pembuatannya. Lokasinya berada dipinggir jalan raya sehingga cukup mudah ditemukan dengan bantuan Google Map.



Sampai di parkiran Wedang Kopi Prambanan, kita akan disambut dengan sebuah bangunan rumah joglo yang sangat klasik lengkap dengan sebuah andong tanpa kuda yang menjadi hiasan di depannya. Di dalam joglo tersebut terdapat banyak kursi-kursi kayu dengan anyaman rotan yang sangat cocok dengan suasananya. Ditambah lagi dengan lantai tegelnya yang menjadikan Wedang Kopi Prambanan terlihat sangat klasik.




Masuk ke dalam, ternyata tidak hanya ada satu joglo. Dibagian dalam Wedang Kopi Prambanan masih ada 2 joglo lagi yang dipisahkan dengan area taman hijau yang cantik lengkap dengan kolam ikan dan air mancur.



Disekitar kolam terdapat dua buah sepeda jengki dan juga lesung. Untuk yang belum tau, lesung itu adalah alat yang dahulu digunakan untuk menumbuk padi menjadi beras dengan menggunakan kayu bulat panjang yang disebut alu. Kalau mau benar-benar merasakan nuansa tempo dulu, di Wedang Kopi Prambanan kita bisa meminjam baju tradisional Jawa secara gratis. Baju-baju tersebut tersedia di dalam lemari kayu yang berada disebrang meja kasir.



Yang unik ada 2  bekas kandang sapi yang diubah menjadi tempat untuk makan. Selain itu ada banyak kursi dan meja kayu yang berjajar rapi di sisi utara lengkap dengan pepohonan yang masih dipertahankan.



Kursi-kursi ini sangat cocok untuk bersantai kalau datang ke sini sore hari. 
Menikmati semilir angin sambil menanti pemandangan matahari terbenam. Wedang Kopi Prambanan dikelilingi oleh perkebunan jagung milik penduduk sekitar. Dari kejauhan kita juga bisa melihat perbukitan hijau.


Masakan rumahan yang nikmat






Sesuai dengan konsepnya, Wedang Kopi Prambanan menjual berbagai masakan rumahan tradisional dengan sistem prasmanan. Beberapa menu andalannya antara lain sayur asem, oseng soun, oseng daun pepaya, oseng bunga pepaya, ayam goreng, dan telur kremes. Ada 2 pilihan nasi yang bisa dipilih, yaitu nasi putih dan nasi merah.



Ada banyak pilihan minuman racikan kopi. Tapi karena saya bukan penggemar kopi, jadi saya lebih memilih minuman lain yang cukup tradisional yaitu wedang uwuh dan wedang jangkruk. Selain itu masih ada banyak minuman tradisional lagi yang menyegarkan tenggorokan. Sebagai tambahan ada camilan seperti mendoan, pisang goreng, dan singkong goreng.



Suasana yang asri menjadi semakin syahdu karena sepanjang hari Wedang Kopi Prambanan memutar lagu-lagu bossanova Jawa. Waktu paling tepat untuk berkunjung ke sini adalah pada sore hari. Jika cuaca sedang cerah, kita juga bisa menikmati sunset yang cantik.

August 20, 2018

,

Temanggung memang dianugerahi oleh Tuhan pemandangan alam yang sangat cantik. Wilayah kabupaten yang masuk dalam provinsi Jawa Tengah ini dikelilingi oleh beberapa pegunungan yang tidak hanya cantik, tapi juga membuat udara di  kota penghasil tembakau ini sangat sejuk. Mirip dengan kota-kota di Eropa.

Saat duduk di bangku sekolah dasar, kita pasti pernah menggambar pemandangan dengan 2 buah gunung dengan sawah dan jalan ditengahnya. Gambaran yang cukup legendaris itu bisa kita saksikan langsung di Temanggung. Gunung Sindoro dan Sumbing tampak mengapit wilayah Temanggung. Kedua gunung tersebut biasa dijuluki dengan gunung kembar karena terlihat tampak bersebelahan jika dilihat dari kejauhan.



Banyak sekali wisata alam cantik yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Embung Kledung yang terletak di Kecamatan Parakan ini. Karena keindahan pemandangannya, tidak sedikit orang yang menyebut pemandangan di Embung Kledung mirip dengan pemandangan Gunung Fuji yang ada di Jepang.


Waduk buatan untuk menyimpan cadangan air


Embung Kledung sendiri merupakan sebuah waduk buatan yang mulai dibangun pada tahun 2010. Lokasi pembangunan embung dahulunya merupakan lahan perkebunan tembakau milik warga Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Embung Kledung dibuat sebagai tempat menyimpan cadangan air untuk lahan pertanian saat musim kemarau.



Yang unik, Embung Kledung juga digunakan sebagai tempat untuk memelihara ikan mas. Ikan-ikan tersebut akan muncul ke permukaan saat ada orang yang datang mendekati bibir kolam. Namun kata penjaga Embung Kledung, mereka sama sekali tidak pernah mengambil atau memanen ikan-ikan yang ada di embung.



Ikan-ikan tersebut dibiarkan hidup bahkan ada yang ukurannya sangat besar. Untuk pengunjung yang ingin memberi makan ikan, bisa membelinya di loket pembelian karcis. Mereka menjual pakan ikan dengan harga yang cukup murah.


Akses dan harga tiket Embung Kledung


Embung Kledung cukup mudah dijangkau karena letaknya tidak terlalu jauh dari Jalan raya Parakan Wonosobo. Walaupun jalan menuju ke lokasi belum beraspal dan hanya jalan berbatu, tapi bisa dilewati oleh mobil atau sepeda motor. Tapi harus tetap hati-hati apalagi untuk yang menggunakan sepeda motor karena cukup licin. Harga tiket Embung Kledung hanya Rp5.000, sudah termasuk dengan parkir sepeda motor dan sebuah stiker.



Waktu terbaik untuk ke sini adalah pada pagi atau sore hari sekalian. Karena siang hari biasanya Gunung Sindoro dan Sumbing tertutup oleh awan yang cukup tebal.



Pada pagi hari, Gunung Sindoro tampak begitu jelas ada di depan mata. Awan tipis yang biasanya menyelimuti puncak gunung semakin menambah cantik pemadangan. Jika kita menoleh ke sisi sebrangnya, kita akan disuguhi pemandangan perumahan warga yang berada diatas bukit dengan latar belakang Gunung Sumbing yang tampak gagah.

Embung Kledung berhasilsejenak membawa saya ke sebuah kedamaian yang sesungguhnya. Ada sebuah ketenangan yang menyejukan mata sekaligus pikiran.

Follow me @novaaristianto