Search This Blog

May 25, 2019

,

Berbuka puasa di hotel bersama teman atau keluarga sepertinya sudah menjadi trend beberapa tahun terakhir ini. Terutama untuk orang-orang yang tinggal di perkotaan seperti Yogyakarta. Apalagi Jogja yang merupakan salah satu kota wisata di Indonesia ini dipenuhi dengan hotel dari ujung ke ujung.

Hampir semua hotel yang ada di Jogja punya promo menarik seperti "all you can eat" untuk berbuka puasa selama bulan Ramadan ini. Cukup bayar sekali, bisa makan semua menu sepuasnya. Bisa nambah berkali-kali pula. Siapa coba yang tidak tertarik?



Tapi dari sekian banyak hotel yang ada di Jogja, Gaia Cosmo punya konsep "all you can eat" yang beda dari hotel-hotel lainnya. Kurma alias Kuliner Ramadan di Gaia Cosmo tampil beda dengan mengusung konsep Asian food court dan street food. yang terinspirasi dari hasil perjalanan Chef Ramadian saat traveling ke Singapura dan Thailand. Dengan konsep ini semua orang bisa menikmati semua fresh food yang dimasak pada saat itu juga. Seru kan?

Bertempat di Semeja Asian Kitchen yang berada persis di area lobi Gaia Cosmo Hotel, kita bisa menikmati semua makanan yang disajikan dengan membayar Rp95.000/orang. Program Kurma ini sudah berlangsung sejak tanggal 6 Mei 2019 lalu dan akan berakhir pada 4 Juni 2019 setiap harinya mulai pukul 5.30 sore.



Mungkin banyak orang yang berpikiran bahwa masakan hotel besar itu banyak yang tidak cocok dengan lidah orang Indonesia. Tapi tidak perlu khawatir karena Semeja Asian Kitchen spesialisasi masakan asing. Yang pasti semua makanan yang ada di sini sangat cocok dengan lidah kita orang Asia karena citarasa Asia yang sangat kental.



Ada 2 pilihan kita yang bisa dipakai untuk berbuka puasa, yaitu indoor dan outdoor. Di dalam ruangan kita bisa menjumpai open kitchen yang siap menyajikan beberapa menu andalan Kurma 2019 seperti chicken teriyaki, seafood hotplate, dan cah brokoli jamur. Ketiga makanan tersebut hanya akan dimasak setiap ada yang memesannya. Kita bisa melihat langsung proses memasaknya langsung. Jadi kita bisa menikmati makanan tersebut dalam keadaan hangat. 





Dari ketiga makanan tersebut, yang menjadi favorit saya adalah chicken teriyakinya. Rasa cukup pas dan tekstur ayamnya yang cukup lembut. Selain ketiga makan tersebut kita juga bisa memesan hokkien mee, siomay bandung, atau nasi goreng buntut yang rasanya tidak kalah nikmat. Buat pecinta masakan Jepang lainnya, ada chicken katsu yang bisa dicicipi.

Buka puasa kurang lengkap kalau tidak diawali dengan takjil atau cemilan yang manis. Karena sesuai dengan anjuran nabi untuk berbuka dengan yang manis seperti kurma. Tidak perlu khawatir, karena selain kurma ada banyak jajanan manis lain yang bisa juga dicicipi. Masih kurang?

air legen ini wajib dicoba


Masih ada assorted porridge dan juga aneka buah untuk lebih menyegarkan perut yang selama seharian penuh diistirahat dari kerjaan utamanya yaitu mengunyah makanan. Tidak perlu khawatir tenggorokan seret karena banyak makan. Ada banyak minuman segar yang bisa kita nikmati. Tapi yang paling wajib dicoba adalah air legen atau air yang berasal dari buah siwalan. Rasanya cukup segar, mirip dengan air fermentasi tape dan bir.



Kalau bagian outdoornya kita akan dimanjakan dengan beberapa food stall mulai dari berbagai jenis gorengan, martabak, dan aneka sate. Sama seperti makanan yang ada di dalam, jajanan yang ada di luar juga disajikan dalam keadaan hangat dan dimasak pada saat ada yang memesan. 

Semeja Asian Kitchen


Gaia Cosmo beneran tampil beda kan? Mumpung belum lebaran jangan lupa untuk ikutan coba sensasi yang berbeda berbuka puasa di Semeja Asian Kitchen.  Oh ya ngomong-ngomong Semeja Asian Kitchen ini cukup cantik dan sangat instagramable, dijamin selesai buka puasa di sini pasti pengen foto-foto.


Gaia Cosmo Hotel:
- Jalan Ipda Tut Harsono No.16 Timoho, Umbulharjo Yogyakarta
- Telp (0274) 5307777
- Email: rsvp_jog@gaiahotelsandresorts.com

May 14, 2019

,
Ada yang setuju kalau saat ini bisa dibilang ngopi adalah sebuah gaya hidup? Ngopi tak hanya sekedar meminum secangkir kopi saja. Ngopi bisa menjadi ajang untuk berkumpul atau bersosialisai. Dari secangkir kopi bisa menghadirkan banyak sekali obrolan dan cerita sesama teman. Seringkali ide-ide yang segar juga bisa muncul sesaat setelah kita menyeruput dan menghirup harumnya aroma kopi favorit kita.

Ngomongin masalah tempat ngopi atau coffee shop yang ada di Jogja mungkin tak akan pernah ada habisnya. Dari ujung utara sampai selatan kita bisa dengan mudah menemukannya. Mulai dari yang sederhana sampai warung kopi yang fancy pun bisa dijumpai.



Selain kopi yang enak dan WiFi yang kencang, tempat yang Instagramable juga menjadi salah satu syarat tak tertulis bagi sebuah kedai kopi agar dikunjungi banyak orang. Terutama di era serba digital sekarang ini yang hampir setiap orang punya dan suka memamerkan kegiatan atau hasil fotonya melalui media sosial. Kopi adalah salah satu hal yang seksi untuk dijadikan sebuah obyek foto. Gudang Kopi adalah salah satu kedai kopi di Jogja yang memenuhi semua kriteria tersebut, sesuai dengan tagline-nya "your photocoffee begins here".

Mulai buka pada November 2018

Gudang Kopi berlokasi di Jalan Affandi atau sebelah selatan Pasar Demangan Yogyakarta. Lokasi persis berada di atas Gudang Digital. Yang suka fotografi pasti sudah tahu toko kamera yang satu ini. Gudang Kopi masih terbilang cukup baru, tempat ini baru dibuka pada bulan November 2018 yang lalu. Tapi jangan salah, walaupun masih baru barista yang ada di sini pernah meraih penghargaan sebagai barista terbaik ke-6 se-Indonesia.



Menurut Pak Hary selaku pemilik Gudang Digital dan Gudang Kopi, ide membangun sebuah kedai kopi dan menggabungkan dengan toko kamera sudah ada sejak tahun 2010 lalu. Namun saat itu beliau belum mempunyai banyak relasi yang mengerti tentang perkopian. Baru pada tahun 2018 lalu setelah Pak Hary mengenal banyak orang yang mengerti tentang kopi,dibuka lah Gudang Kopi pada bulan November dengan memanfaatkan ruang yang berada persis di atas Gudang Digital.

Tempat kumpul semua komunitas

Gudang Kopi dibangun tidak hanya untuk mengakomodasi berkumpulnya komunitas pecinta kopi dan fotografi saja, tetapi juga terbuka untuk semua komunitas yang ingin mengadakan acara. Seperti Komunitas Blogger Jogja (KBJ) yang saya ikuti. Kebetulan hari ini KBJ mengadakan workshop dengan mengundang Mas Andre Christian atau yang biasa dikenal dengan "Makan Keliling" sebagai narasumber.



Tersedia 2 ruangan pilihan untuk pengunjung, yaitu indoor dan outdoor untuk yang merokok. Keduanya sama-sama nyaman dan fotogenic. Yang menarik adalah Gudang Kopi juga menyediakan sebuah ruang khusus yang bisa disekat dan dijadikan sebagai tempat workshop yang bisa menampung kurang lebih 20-30 orang. Ruangan ini juga dilengkapi dengan sound system dan monitor yang diperlukan selama acara berlangsung. Selain itu tentu saja juga kursi untuk para peserta. Gudang Kopi juga dilengkapi dengan musala yang bisa dipergunakan untuk beribadah bagi yang beragama Islam.



Untuk yang suka fotografi, Gudang Kopi menyediakan dinding-dindingnya sebagai tempat untuk memamerkan hasil foto secara gratis. Foto-foto tersebut akan dipajang selama sebulan penuh dan mendapat kesempatan untuk bisa dilihat oleh banyak orang.

Menu andalan Gudang Kopi

Tidak semua orang perutnya bisa bersahabat dengan kopi murni. Oleh karena itu selain kopi dengan proses manual brew dan kopi espresso, Gudang Kopi juga menyediakan es kopi susu dengan 3 varian rasa. Yaitu Es Fotokopi, Es Kopi Susu Papandayan, dan Es Kopi Susu Arjuna. Es susu kopi sepertinya memang menjadi tren minuman yang ada di kedai-kedai kopi tahun ini. Pilihan saya jatuh kepada Es Fotokopi karena namanya yang unik. Setelah dicoba pun rasanya cukup pas di lidah untuk saya yang tidak terlalu paham tentang perkopian.

Es Fotokopi dan Omurice


Satu lagi yang menurut saya cukup unik di Gudang Kopi. Kalau biasanya di kedai kopi lain hanya menjual camilan untuk meminum kopi, Gudang Kopi juga menjual berbagai makanan berat mulai dari nasi goreng, aneka pasta, dan nasi dengan berbagai lauk. 

Buka mulai pukul 7 pagi

Ada kedai kopi lain yang sudah buka jam 7 pagi? Kalau pun ada sudah pasti jumlahnya pasti tidak banyak. Kebanyakan yang sudah buka sejak pagi hari hanya lah tempat makan atau restoran cepat saji yang memang biasanya buka selama 24 jam.



Gudang Kopi bisa menjadi pilihan tempat untuk mengerjakan deadline tugas kuliah atau kerjaan di pagi hari sambil sarapan. Tersedia menu sarapan seperti croissant yang pas disantap dengan secangkir kopi. Jadi tidak ada lagi alasan kesulitan untuk cari tempat nugas di pagi hari lagi. 









April 29, 2019

,
Indonesia merupakan salah satu surga kuliner dunia. Berbagai jenis makanan dengan cita rasa serta keunikan yang berbeda bisa ditemukan mulai dari Sabang sampai Merauke. Hampir di setiap daerah kita bisa menemukan satu kuliner khas yang menjadi kebanggaan.

Karena alasan itulah Accor menghadirkan "Culinary Journey", sebuah program yang digelar sepanjang tahun. Dalam "Culinary Journey" ini Accor menampilkan berbagai jenis sajian masakan serta cita rasa unik yang merupakan hasil olahan para tim kuliner di lebih dari 120 restoran hotel Accor yang ada di seluruh Indonesia.

Menurut Garith Simmons, yang merupakan Chief Operating Officer Accor Indonesia, Malaysia, Singapore, and South Asia: "Kami dengan senang hati mengundang para pecinta makanan serta para tamu untuk menikmati sajian masakan internasional dan cita rasa autentik lokal dari 7 destinasi yang kami pilih yaitu; Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Lombok, Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi. Tujuh Tim Kuliner akan menyajikan masakan khas daerah masing-masing sehingga para tamu yang menginap di hotel-hotel kami dapat menikmatinya bersama keluarga, rekan, dan teman."

Lezatnya Iga Bakar Kuah Kluwak Kuah Brongkos

Untuk wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, kuliner yang dihadirkan dalam "Culinary Journey" kali ini adalah iga bakar Kluwak Kuah Brongkos. Untuk yang belum tahu, Brongkos adalah salah satu makanan favorit keluarga kerajaan yang sudah ada sejak abad ke-19.



Cita rasa kuliner yang satu ini sangat kuat terutama pada kuahnya karena menggunakan bumbu utama Kluwak dan kemiri. Iga bakarnya yang empuk semakin menambah kelezatan.

Tidak hanya bisa mencicipi kelezatan kuliner dari berbagai daerah. Para tamu juga bisa ikut berpartisipasi melalui media sosial dengan menampilkan foto makanan favoritnya sekaligus cerita dengan memberi tagar #accorfoodstory dan #accorculinaryjourney. Selain itu tim kuliner Accor yang berada dibalik semua kelezatan makanan yang kita nikmati juga akan berbagi cerita mereka melalui media sosial dengan tagar #accorchefdiary. Penasaran dengan proses memasak makanan yang kita nikmati? Jangan lupa cek tagar tersebut.

Penawaran Khusus Bulan Ramadhan

Ramadhan atau bulan puasa tinggal menghitung hari lagi. Buat yang beragama Islam, bulan Ramadhan merupakan salah satu yang bulan yang paling ditunggu dalam setahun. Karena bulan ini dipenuhi dengan banyak berkah dan pahala. Sudah punya rencana mau buka bersama dimana selama Ramadhan?



Selama bulan puasa, 12 hotel Accor yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta juga akan menyuguhkan berbagai macam variasi makanan prasmanan untuk berbuka puasa. Untuk masalah harga, penawaran buka bersama di hotel Accor ini mulai dari Rp50.000,00 sampai Rp125.000,00 per orang. Berikut ini adalah hotel Accor yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta:

  1. The Phoenix Hotel Yogyakarta
  2. The Royal Surakarta Heritage Solo
  3. Grand Mercure Yogyakarta Adi Sutjipto
  4. Novotel Yogyakarta
  5. Novotel Solo
  6. Novotel Semarang
  7. Ibis Styles Yogyakarta
  8. Ibis Styles Solo
  9. Ibis Yogyakarta Malioboro
  10. Ibis Yogyakarta Adi Sucipto
  11. Ibis Semarang Simpang Lima
  12. Ibis Budget Semarang Tendean

Penawaran Kamar

Untuk tamu yang menginap selama 2 malam, akan mendapatkan kupon makan. Promo ini akan berlangsung sampai 30 September 2019. Untuk tamu yang menginap di Mgallery, Pullman, dan Grand Mercure akan mendapatkan kupon makan senilai Rp150.000,00. Sementara untuk tamu yang bermalam di Novotel dan Mercure berhak mendapatkan voucher makan senilai Rp100.000,00. Yang terakhir adalah voucher makan senilai Rp50.000,00 untuk semua tamu yang menginap di Ibis Style dan Ibis.

Ada diskon sebesar 10% untuk anggota loyalitas Accor Plus dan Ke Club AccorHotels. Dua belas anggota yang beruntung juga akan mendapatkan poin reward dengan total 120.000.

Untuk informasi lebih lanjut tentang semua program diatas bisa mengunjungi www.accorhotels.com/Indonesia.

April 25, 2019

,
Kota wisata, salah satu sebutan yang disandang Kota Malang. Hutan kota, theme park, bahkan wisata kulinernya akan selalu menarik bagi setiap orang yang mengunjunginya. Saat kamu berkunjung ke kota ini, akan menemukan orang dari berbagai daerah yang berwisata juga. 

Kota yang terletak di ujung Provinsi Jawa Timur ini sangat terkenal dengan produksi apelnya. Karena itu Malang juga dijuluki sebagai Kota Apel oleh kebanyakan orang Indonesia.

Bicara wisata tentang kota ini tak akan ada habisnya. Dari berbagai sudut kota, kamu akan banyak menemukan bermacam-macam wisata. Destinasi wisata yang ada pun sangat beragam, mulai dari 
wisata alam seperti Coban Rais, Goa Pinus, Gunung Panderman dan juga Pemandian Kalireco. Kemudian Museum Angkut, Jatim Park, dan juga Selecta akan selalu ramai oleh para pengunjung. 

Selain itu wisata kulinernya seperti Bakso President, Pecel Kawi, Hok Lay, Soto Geprak Mbah Djo dan masih banyak lagi. Beragam keunikan wisata dan juga kotanya membuat banyak orang betah 
untuk tinggal disini. 


Saat berencana untuk berwisata di Malang, banyak tentunya yang harus kamu persiapkan. Mulai dari list destinasi wisata yang akan dikunjungi, penginapan, anggaran, transportasi dan tentunya badan yang fit. Jangan lupa perbanyak referensi tempat-tempat wisata menarik di Malang. 

Kemudian untuk mendapatkan penginapan tentu kamu harus mencari melalui online. Salah satu aplikasi yang bisa membantu kamu mencari penginapan atau kost harian yang murah bisa didapatkan dengan download aplikasi Mamikos


Mamikos merupakan aplikasi dan website yang menyajikan informasi seputar informasi kost. Kemudian data yang tertampil di mamikos pun sudah terverifikasi, sehingga tak perlu khawatir untuk 
kamu ragu. Kost harian malang ataupun bulanan bisa kamu dapatkan dengan varian harga yang berbeda. Bagi kamu yang akan mencari kost di Malang dengan harga yang murah, berikut referensinya :

Guest House Helena Klojen Malang




Bagi kamu yang ingin mencari penginapan bersama teman-teman atau keluarga, kamu bisa mengunjungi Guest House Helena. Harga 425 ribu per harinya kamu mendapatkan fasilitas kamar yang lengkap. Untuk weekend dan hari besar nasional akan dikenakan biaya menjadi 500 ribu per harinya.


Kost Tyas Klojen Kota Malang




Bagi kamu yang ingin mencari kost bulanan, Kost Tyas menyediakan kamar dengan harga 550 ribu per bulannya. Dengan fasilitas yang lengkap serta kebersihan yang terjaga, memberikan kenyamanan untuk para penghuninya. Apalagi dengan akses lingkungannya mudah terjangkau, karena dekat warung makan, mini market, ATM, apotik dan juga kampus. Kost Tyas juga menyewakan harian, jadi saat ke Malang untuk berlibur kamu bisa menginap disini.


Kost Pak Said Kauman Klojen Malang




Kost Pak Said per bulannya seharga 550 ribu dengan fasilitas yang lengkap yaitu kasur, almari, meja dan kursi belajar, wifi, dan ukuran 3x3 meter. Untuk fasilitas umum yang bisa digunakan adalah dapur, kulkas serta kamu akan mendapatkan akses kunci 24 jam. Jika kamu ingin kost dengan kamar mandi dalam, Kost Pak Said menyediakan dengan harga 900 ribu.


Kost Putri Kawi Klojen Malang




Kost Putri Kawi memiliki harga 500 ribu per bulannya. Dengan luas kamar berukuran 3x3 meter ini tersedia fasilitas kamar berupa kasur dan almari. Untuk akses lingkungannya dekat dengan warung makan, pusat belanja atau mini market, serta apotek.

April 20, 2019

,
Pernah makan dengan ditemani suara gemericik air sungai yang menenangkan? Yang pasti tempat seperti ini tidak akan bisa kita jumpai di tengah kota. Kalau mau coba sensasi yang berbeda saat berwisata kuliner, Joglo Pari Sewu bisa jadi salah satu tempat yang harus masuk daftar tempat makan yang wajib dikunjungi di Jogja. Apa sih istimewanya Joglo Pari Sewu?



Joglo Pari Sewu terletak di Bromonilan, Kalasan,Sleman. Tidak terlalu jauh dari Candi Sambisari yang merupakan salah satu candi tercanti yang ada di Jogja. Bromonilan sendiri merupakan salah satu desa wisata rintisan di Kabupaten Sleman yang baru saja diresmikan pada akhir tahun 2018 lalu.



Kali Kuning yang sumber airnya mengalir dari kaki Gunung Merapi mengalir tepat disamping Joglo Pari Sewu. Aliran sungai dibelah oleh sebuah jembatan sehingga tampak menjadi seperti sebuah air terjun kecil yang menimbulkan suara gemericik air. Aliran sungai tersebut juga dibendung jadi bisa digunakan untuk berenang. Tidak perlu khawatir, air yang mengalir cukup bersih dan segar.



Sesuai dengan namanya, bangunan utama dari Joglo Pari Sewu adalah sebuah joglo tradisional yang letaknya lebih tinggi. Di joglo ini tersedia beberapa kursi dengan pemandangan langsung menghadap ke arah sungai yang tepat persis di bawahnya.



Kalau cuaca sedang mendukung, terutama kalau datang ke sini pada pagi hari pilihan meja dan kursi yang berada di ruang terbuka persis dipinggir sungai bisa jadi pilihan yang tepat. Selain bisa mendengar sauara gemericik air lebih jelas, kita juga bisa merasakan sensasi hembusan angin segar karena tempat ini dikelilingi oleh rumpun bambu yang cukup banyak. Suasananya benar-benar bisa menenangkan pikiran.



Kalau masalah makanan, di Joglo Pari Sewu tersedia berbagai menu yang bisa dipilih. Ada menu prasmanan maupun menu ala carte. Beberapa jenis makanan yang bisa kita pilih pada menu prasmanan antara lain sayur lodeh,oseng daun kates, bakwan jagung, semur jengkol, ikan pindang lumpur, telur dadar, tempe garit dan berbagai jenis sate. Sebagai pelengkapnya ada berbagai jenis jajanan tradisional seperti bubur,rondo royal, dan singkong presto.



Semua makanan tersebut bisa dinikmati cukup dengan membayar Rp20.000 setiap hari kerja mulai pukul 07.00-09.00 pagi. Cukup murah kan? Nah kalau setiap akhir pekan beda harga lagi, menu prasmanan dipatok dengan harga Rp25.000 dan menggunakan sistem kupon. Sementara untuk menu lain diluar menu prasmanan yang menjadi andalan di Joglo Pari Sewu adalah ayam jembar dan ayam geprek. Untuk minuman tersedia banyak pilihan mulai dari jamu sampai kopi.



Untuk yang hobi berswafoto, di Joglo Pari Sewu juga terdapat Rumah Boneka. Di dalam Rumah Boneka ini kita akan menjumpai banyak sekali boneka seperti Hello Kitty dan Tedy Bear di dalam ruangan yang cukup instagramable. Di sini juga ada terapi ikan yang bisa dicoba untuk yang bisa tahan dengan geli.



Penasaran mau ke sini? Lokasinya cukup gampang kok untuk dicari, cukup ikuti petunjuk dari Google Map. Jalanan sampai lokasi Joglo Pari Sewu cukup bagus baik untuk sepeda motor atau mobil.




January 17, 2019

,
Setelah tahun lalu berhasil menelurkan serial berjudul "Halustik" dan "Knock Out Girl", tahun 2019 ini Viu Pitching Forum hadir kembali untuk mencari ide-ide cerita dari para sineas muda yang ada diseluruh Indonesia untuk dijadikan sebagai Viu Originals selanjutnya dengan proses produksi yang sangat profesional.

Pict by Media Buffet
Tidak hanya itu, Viu sebagai aplikasi layanan film berbasis online ini juga akan menayangkan serial tersebut dalam aplikasi mereka. Hal ini merupakan kesempatan besar bagi para sineas muda agar karyanya bisa dikenal dalam lingkup global. Karena saat ini Viu sudah ada diberbagai negara seperti Hongkong, Singapura, Malaysia, India, Filipina, Thailand, dan negara-negara di Timur Tengah.

Viu Pitching Forum 2019 memilih Yogyakarta sebagai kota pertama tempat diadakannya roadshow dan juga diskusi film yang bertempat di Jogja Film Academy pada Senin tanggal 14 Januari lalu. Pada kesempatan ini hadir 2 narasumber yaitu Myra Suraryo yang merupakan Senior Vice President Marketing Viu Indonesia dan Nia Dinata selaku juri dalam Viu Pitching Forum 2019.

Pict by Media Buffet


Menurut Myra, Yogyakarta merupakan salah satu kota yang punya banyak sineas muda dengan bakat dan potensi yang cukup besar. Setelah Yogyakarta, roadshow Viu Pitching Forum akan dilanjutkan ke beberapa kota besar lain di Indonesia seperti Medan, Balikpapan, Padang, Jakarta, Tangerang, Bandung, Surabaya, Bali, dan Manado. Sementara itu pengumpulan ide akan dimulai pada 20 Januari sampai dengan 20 Februari 2019.  Semua ide cerita bisa dikirim melalui email ke pitchtoviu@vuclip.com dengan subjek nama peserta dan judul cerita. Setiap orang diperbolehkan untuk mengirim lebih dari satu ide cerita. Cerita yang orisinal dan menarik akan punya kesempatan yang lebih besar untuk terpilih menjadi pemenang.

Akan ada 10 peserta dengan ide terbaik yang akan dipilih dan diundang ke Jakarta untuk mengikuti workshop selama 6 hari bersama para sineas profesional Indonesia seperti Sammaria Simanjuntak (sutradara/produser), Andri Chung (sutradara/penulis naskah), Pritagita Arianegara (sutradara), Aline Jusria (editor). Selama workshop semua finalis akan diajari mulai dari cara membuat naskah sampai dengan proses produksi bahkan cara mendistribusikan hasil karya mereka.

Pitching atau presentasi ide cerita harus dilakukan oleh para finalis pada akhir workshop dihadapan para juri yang terdiri dari Myra Suraryo (Senior Vice President Marketing Viu Indonesia), Aileen Leong (Head of Content Viu Indonesia), Nia Dinata (sutradara/produser), Lucky Kuswandi (sutradara/penulis naskah), Melissa Karim (sutradara/penulis naskah), dan juri Institut Kesenian Jakarta.

Menurut Nia Dinata saat ini terjadi sedikit perubahan perilaku terutama pada generasi muda saat akan menonton film. Banyak diantara mereka yang sekarang lebih memilih untuk menonton film melalui laptop dan gawai karena lebih praktis dan bisa dilakukan dimana saja. Karena alasan itulah Viu hadir sebagai salah satu jembatan bagi sineas muda untuk mengembangkan karyanya dan bisa ditonton oleh banyak orang.

December 4, 2018

,
Awalnya teras kaca ini dibangun sebagai salah satu fasilitas  villa pribadi yang rencanya akan dibangun di Pantai Nguluram Namun karena kekuatan media sosial terutama Instagram, tempat ini akhirnya banyak dikenal orang dan akhirnya dibuka untuk umum. Teras Kaca Pantai Nguluran terletak di Desa Saptosari, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul dan hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari Pantai Gesing.



Walaupun namanya Pantai Nguluran, jangan bayangkan kalau di sini kita bisa bermain pasir dan ombak. Karena tempat ini lokasinya berada di atas sebuah tebing tinggi yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Jadi sejauh mata memandang, kita akan disuguhi pemandangan birunya air laut yang cukup tenang dengan sedikit riak ombak di bawah tebing. 



Untuk yang suka berfoto ala model untuk mempercantik feed Instagram, tempat ini mungkin sangat menyenangkan dan wajib untuk dikunjungi kalau kebetulan sedang berada di Gunungkidul. Tapi untuk yang benar-benar ingin menikmati suasana pantai, sebaiknya ke pantai lain yang ada disekitarnya.



Yang paling rame dan diminati banyak orang  di sini tentu saja adalah teras kacanya yang berada pada ketinggian sekitar 30 meter dari permukaan air laut. Dari atas kita bisa melihat langsung ke dasar laut. Spot yang terbaru adalah glass boat, mirip dengan teras kaca namun dengan bentuk yang menyerupai kapal lengkap dengan meja dan kursi untuk foto ala-ala dipinggir pantai.




Tiket masuk ke Teras Kaca adalah Rp5.000/orang. Itu baru tiket masuknya saja ya. Untuk bisa foto dibeberapa spot yang ada harus bayar lagi dengan harga yang bermacam-macam. Mulai dari Rp10.000 sampai Rp30.000. Setiap orang hanya diberikan waktu selama 2 menit untuk mengambil foto karena biasanya antrian cukup panjang. 





December 2, 2018

,
Selain berkunjung ke tempat wisatanya, yang wajib dilakukan juga saat berkunjung ke satu kota tentu saja adalah mencicipi makanan khasnya. Walaupun mungkin bisa dijumpai disekitar tempat tinggal kita, tapi menikmati kuliner ditempat aslinya pasti punya sensasi tersendiri. Apalagi kalau ngomongin masalah rasa, pasti lebih otentik.

Jogja itu tidak hanya punya banyak tempat wisata yang menarik saja, kota budaya ini juga punya banyak sekali kuliner khas yang wajib untuk dicicipi. Mulai dari makanan berat sampai jajanan khas yang konon dahulu merupakan salah satu camilan favorit Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Berikut ini adalah daftar 10 kuliner khas Jogja yang wajib dicicipi:

1. Gudeg Pawon

Jogja sangat identik dengan makanan yang satu ini. Hampir disetiap sudut kota bahkan sampai masuk kampung sekalipun kita bisa dengan mudah menemukan penjual makanan yang terbuat daru nangka muda ini. Gudeg bisa dijadikan sebagai menu sarapan, makan siang, bahkan makan malam sekalipun. Kelezatan gudeg berasal dari perpaduan rasa manis daging nangkanya dan rasa pedas dari smbal krecek.

Antrian Gudeg Pawon
Dari sekian banyak penjual gudeg yang ada di Jogja, yang paling unik adalah Gudeg Pawon. Di sini pembeli bisa melihat langsung proses memasak nasi dan gudegnya langsung di pawon (dapur). Sensasi mengantri dan merasakan sedikit hawa hangat dari kayu bakar yang membara tidak bisa didapatkan ditempat lain. Warung yang terletak di Jalan Janturan UH/IV No.36 Umbulharjo, Kota Yogyakarta ini buka setiap hari mulai pukul 22.00 dan biasanya habis hanya dalam beberapa jam saja. Bahkan sebelum warungnya buka, sudah banyak orang yang mengantri.

2. Gudeg Manggar Bu Dullah

Banyak yang belum tahu bahwa konon awalnya dulu gudeg pertama kali justru dibuat dengan menggunakan kembang kelapa atau manggar. Namun karena bahan bakunya yang lebih sulit didapatkan, akhirnya gudeg nangka lah yang justru yang semakin banyak dikenal orang. Saat ini hanya ada beberapa penjual gudeg manggar yang masih bertahan terutama di daerah Bantul. Salah satunya adalah Bu Dullah.

Gudeg Manggar Bu Dullah


Bu Dullah awalnya hanya membuat gudeg manggar sebagai hantaran untuk menantu dan besannya yang berada di luar kota. Namun karena banyak yang mengatakan kalau gudegnya enak, beliau mulai membuka warung di rumahnya yang berada di Jebugan, Serayu, Bantul sejak 30 tahunan yang lalu. Gudeg yang terbuat dari manggar punya tekstur yang lebih kasar namun dengan rasa yang lebih gurih.

3. Mie Lethek Mbak Lilis

Secara penampilan, kuliner yang satu ini memang kurang menarik karena warnanya mienya yang kusam. Lethek dalam bahasa Indonesia artinya memang kotor atau kusam. Tapi dibalik warnanya yang kurang menarik tersebut ada kelezatan dan asupan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh, terutama bagi yang sedang menjalankan diet sebagai pengganti nasi karena kadungan glikemiknya lebih rendah. Mie lethek berbahan dasar gaplek atau singkong kering dan tepung tapioka yang diproses secara tradisional dengan tenaga manusia dan bantuan sapi saat penggilingan bahan-bahannya. Mie lethek juga tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali. 

Mie Lethek Mbak Lilis

Mie lethek merupakan makanan khas dari Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Namun sekarang sudah tidak perlu jauh-jauh ke Srandakan lagi karena ditengah kota pun ada warung mie lethek yaitu Mie Lethek Mbak Lilis yang lokasinya di Jalan Sukonandi 12 tidak terlalu jauh dari Stadion Mandala Krida.

4. Mides Mbak Anik

Mides merupakan singkatan bakmi pedes. Buat yang suka makanan pedas, mides ini wajib dicoba. Mides merupakan makanan khas di daerah Pundong, Bantul dan sekitar. Bahannya sama seperti mie lethek yaitu dari singkong tapi mides punya bentuk yang mirip kwetiauw.


Mides Mbak Anik


Mides dimasak dengan beberapa bumbu dan bahan tambahan lain seperti ebi yang membuat aroma dan rasanya cukup khas. Ada 2 pilihan, mides godog dan mides goreng. 
Mides disajikan dengan tambahan mentimun dan kol mentah. Salah satu pelopor yang menjual mides adalah Mides Mbak Anik yang berada di Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Warung ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu.


5. Jadah Tempe Mbah Carik

Kaliurang menjadi salah satu tempat plesiran bagi keluarga Keraton Yogyakarta. Pada waktu itu Sri Sultan Hamengkubuwono IX tidak sengaja menemukan penjual jadah tempe yang ada disekitar Kaliurang. Karena penasaran beliau mencoba dan ternyata sangat menyukai. Sejak itu beliau sering mengutus abdi dalem untuk membeli jadah tempe di Kaliurang  dan membawanya ke Keraton.

Jadah Tempe Mbah Carik


Banyak yang menyebut jadah tempe sebagai burger-nya Jogja karena cara makannya yang harus ditumpuk terlebih dahulu. Jadah  tempe terdiri dari tempe bacem dan jadah beras ketan. Perpaduan rasanya antara gurih dan manis. Kalau ke Kaliurang, jangan lupa cicipi Jadah Tempe Mbah Carik ini. 

6. Rujak Es Krim Pak Paino

Pernah coba makan rujak yang dikasih tambahan es krim? Cuma ada di Jogja seperti. Kalau baru jalan-jalan dan belajar sejarah di Puro Pakualaman, jangan lupa untuk mencicipi rujak es krim. Ada beberapa pedagang rujak es krim yang ada diseputar Pakualaman. Namun pionirnya adalah Rujak Es Krim Pak Paino yang berada di Jalan Harjowinatan persis berada di pertigaan. Pak Paino sudah mulai berjualan es krim sejak tahun 1990-an. 

Rujak Es Krim Pak Paino


Rujak es krim ini sangat cocok disantap pada siang hari saat cuaca sedang terik-teriknya. Rasa asam, manis, dan pedas yang berasal dari rujak berpadu sempurna dengan es krim atau es puter yang dingin.


7. Sate Klatak Pak Bari

Sate kambing khas dari Imogiri, Bantul ini menjadi sangat terkenal karena pernah menjadi lokasi syuting film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra. Menikmati sate ini bisa membawa kita dalam romansa yang pernah dirasakan juga oleh Rangga dan Cinta. Lokasi Sate Klatak Pak Bari ini berada di dalam Pasar Wonokromo, Pleret, Bantul.

Sate Klatak Pak Bari


Sate klatak ini cukup unik. Tidak cuma karena bumbu yang digunakan, tetapi juga tusuk sate yang digunakan saat membakar. Jika biasanya tusuk sate dibuat dari bambu, tusuk sate klathak menggunakan jeruji besi roda sepeda motor. Oleh karena itu ukuran sate klatak cukup besar jika dibandingkan dengan sate pada umumnya. Sementara untuk bumbu, sate klatak menggunakan bumbu yang sangat sederhana. Hanya garam dan tambahan bawang merah saja. Tapi Jangan salah, rasa sate ini cukup nikmat di lidah.


8. Thiwul Ayu Mbok Sum

Jenis tanah yang berkapur di wilayah Kabupaten Gunungkidul dan sebagian daerah di Kabupaten Bantul membuat penduduknya kesulitan untuk menanam padi. Sebagai penggantinya penduduk kemudian menanam singkong yang relatif lebih mudah tumbuh dan tidak memerlukan banyak air. Oleh karena itu olahan makanan yang terbuat dari singkong menjadi makanan pokok, salah satunya adalah thiwul.

Thiwul Ayu Mbok Sum


Thiwul yang dulu selalu identik dengan makanan kampung sekarang sudah menjadi makanan kekinian dan diminati banyak orang. Salah satunya adalah dengan membuat berbagai varian rasa seperti yang ada di Thiwul Ayu Mbok Sum Mangunan ini. Selain rasa asli, di sini kita bisa mencicipi thiwul dengan rasa cokelat, vanila, atau keju. Buat yang penasaran rasa thiwul seperti apa, bisa mampir ke Thiwul Ayu Mbok Sum sekalian jalan-jalan ke Kebun Buah dan Hutan Pinus Mangunan.

9. Mangut Lele Mbah Marto

Sebagian besar dari kita mungkin banyak yang merasa jijik dengan hewan yang satu ini. Tapi pandangan ini pasti akan berubah setelah mencicipi Mangut Lele Mbah Marto yang sudah melegenda sejak tahun 1970-an ini. Dengan bumbu rahasianya, Mbah Marto menyulap lele menjadi makanan yang lezat.


Mangut Lele Mbah Marto


Yang unik, saat berada di sini kita seperti sedang berada di rumah simbah sendiri. Semua pembeli harus masuk ke dapur untuk mengambil makanan yang ingin dinikmati. Karena selain mangut lele masih ada beberapa menu lain seperti gudeg. Dapurnya pun sangat khas rumah-rumah kampung jaman dulu yang masih menggunakan kayu bakar sebagai sumber api. Mangut Lele Mbah Marto terletak tidak jauh dari Kampus ISI Yogyakarta tepatnya di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul.

10. Sate Ratu

Sate dengan bumbu kecap atau bumbu kacang sepertinya sudah biasa ya. Bagaimana kalau coba cicipi kelezatan sate dengan bumbu merah di Sate Ratu ini. Bumbu yang digunakan di Sate Ratu adalah bumbu racikan cabe merah yang terinspirasi dari sate yang ada di Lombok tanpa taburan bumbu macam-macam. Daging ayam dalam setiap tusuknya cukup besar namun tetap empuk.


Sate merah


Walaupun masih terbilang baru, tapi kelezatan Sate Ratu sudah dicicipi orang dari 67 negara. Penasaran seperti apa kelezatan sate yang sangat terkenal dikalangan para bule ini? Langsung saja ke Jogja Paradise Foodcourt yang ada di Jalan Magelang tepat di depan The Rich Hotel Yogyakarta.

Follow me @novaaristianto