March 30, 2014

,


Hari ini (30/03/2014) tidak seperti biasanya saya bangun sangat awal. Memang saya sudah berencana untuk bangun pagi dan sepedaan ke daerah Imogiri di Bantul. Pukul 04.30 pagi sebelum alarm dari handphone jadulku ini berbunyi aku sudah terlebih dulu bangun dari tidurku. Hari ini aku memang sudah berencana untuk mengunjungi jembatan gantung yang pernah saya lihat sewaktu datang ke Mangunan beberapa minggu yang lalu. Saya memang sudah hampir setahun ini tinggal di Jogja. Tapi baru bulan-bulan terakhir ini ada keinginan besar untuk menjelajahi Jogja. Biasanya saya hanya berkutat dengan sepeda saya didaerah kota saja.

March 29, 2014

,
Yang tinggal atau sering datang ke Jogja pasti sudah tidak asing lagi dengan jembatan ini. Jembatan yang membelah sungai Code ini sudah seperti ikon Jogja juga. Letaknya tidak jauh dari Malioboro.

Orang Jogja menyebutnya jembatan Kewek. Dari dulu penasaran sebenarnya Kewek itu artinya apa. Sebagai orang Jawa saya tidak mengetahui sama sekali apa itu kewek. Dari hasil nanya beberapa teman yang asli Jogja pun mereka tidak tau apa itu arti kewek. Hmmmm....
,
Judulnya agak lebay ya, eitsss tapi dengar dulu penjelasannya kenapa bisa gitu. Ada cerita unik yang membawa saya kesini, ke kopi merapi. Warung kopi di lereng gunung Merapi.


Begini ceritanya. Beberapa hari yang lalu, teman saya didin datang ke kopi merapi sendirian. Kita tau tempat ini dari artikel di majalah yang ada dirumah. Saat dia menikmati kopi bersama para pembeli lain, tiba-tiba ada yang janggal terjadi. Sinyal di handphone hilang kemudian disusul suara gemuruh yang datang dari puncak merapi. Langitpun menjadi gelap. Gunung merapi yang tadinya terlihat kokoh tertutup awan gelap. Orang yang bekerja menambang pasir di kali dekat warung berlarian dan menjauh dari lokasi penambangan. Suara pengumuman bahaya yang terdengar dari handie talkie yang dibawa salah seorang pengunjung warung pun menambah kepanikan. Gunung Merapi kembali bereaksi siang itu. Semua pengunjung termasuk pemilik warung akhir ikut menjauh dari lokasi. Didin belum sempat membayar kopinya karena semua orang panik.

March 28, 2014

,
Rasanya pingin lari-lari dan menari liat bunga-bunga indah ini kaya di film India. Yakali mau nari-nari kaya orang gila ditengah sawah, yang ada nanti diketawain sama bapak-bapak yang ada disini.


Saya yakin yang tinggal disekitar jalan kaliurang km 7 pun ngga tau kalau ada kebun anggrek yang bagus ini. Karena letaknya cukup tersembunyi dibelakang pemukiman dan didekat sawah, tidak terlalu kelihatan dari jalan raya.  Kalau kamu lewat jalan jurug sari raya yang tembus ke arah jalan kayen raya dan liat sawah-sawah. Nah disitulah letak tersembunyi kebun anggrek itu.
,


 Displaying photo.jpg

Saya adalah orang yang sangat random. Saya sangat mengagumi dan menikmati keindahan alam, tapi saya juga seorang pemuja teknologi. Saya sangat menyukai bangunan kuno yang bersejarah, tapi saya juga sangat menyukai bangunan dengan teknologi terbaru. Dengan kata lain sebenarnya saya adalah orang yang nggak jelas :D . Boleh dibilang orang yang ngga punya pendirian masalah selera. Hehe...

March 27, 2014

,
Gowes random sore ini adalah ke Candi Plaosan. Salah satu candi yang terletak tidak jauh dari candi Prambanan. Sebenarnya masih banyak lagi candi-candi lain yang tersebar diwilayah Prambanan. Baik yang masuk wilayah kabupaten Sleman ataupun kabupaten Klaten.

March 25, 2014

,
Tulisan ini bukan untung membanding-bandingkan antara yang terjadi di Indonesia dan Belanda. Saya cuma mau berbagi pengalaman aja. Barangkali bisa jadi pengetahuan bagi yang baca. Haha
Ceritanya tadi sore saya pergi belanja ke Superindo yang ada di Kentungan. Bukan belanja sih sebenarnya cuma beli beberapa barang aja.


Sekarang tuh udah tanggal tua, tapi tetep aja yang belanja disana banyak banget. Alhasil antrian di kasir ngga bisa dihindarin. Waktu ngantri itulah jadi ingat kebiasaan tiap sore waktu di Belanda. Kegiatan wajib saya tiap sore adalah belanja ke supermarket dekat rumah untuk membeli keperluan untuk makan malam. Saya lebih suka belanja di Albert Heijn.

March 24, 2014

,

Displaying photo.jpg
Pak !!! Dinding candinya kan ngga boleh dinaiki. huuuuu

Jalan-jalan minggu ini (23/03/2014) adalah ke Meksiko. Hahaha ngga ding tapi cuma ke Karanganyar. Kabupaten yang terletak tidak jauh dari kota Solo. Tujuan saya adalah untuk mengunjungi candi Sukuh dan candi Ceto yang terletak di Lereng Gunung Lawu. Candi ini memang katanya mirip dengan bangunan dari suku Maya di Meksiko. Nah alasan itu yang bikin saya penasaran untuk melihat secara langsung.

March 21, 2014

,

Buat yang sudah sering ke Kaliurang pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini, jadah tempe. Ya jadah tempe adalah makanan khas yang ada disekitar obyek wisata kaliurang. Jika mendengar  kata tempe mungkin sudah biasa dan terkesan tidak ada yang istimewa. Tapi jadah tempe ini berbeda, rasa dan bentuknya berbeda. Rasanya sedikit manis dan gurih serta berbentuk seperti burger.

March 14, 2014

,
Candi Ijo mungkin ngga seterkenal Candi Prambanan ataupun Ratu Boko. Candi ini sama-sama terletak di kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Selain 3 candi itu, masih banyak lagi candi disekitar Prambanan.

Sebelumnya saya hanya pernah mengunjungi candi Prambanan berkali-kali. Tapi candi Ijo baru sekali ini saya kunjungi.

Tau candi ini dari majalah yang ada dihotel tempatku bekerja, karena penasaran akhirnya saya coba cari informasinya di Google. Ditambah lagi cerita teman kerja yang baru mengunjungi candi ini beberapa hari yang lalu.

March 10, 2014

,
Dijaman yang serba komersil sekarang ini sepertinya udah susah buat yang namanya cari hiburan yang gratis atau cuma sekedar tempat untuk bersantai dan menikmati waktu. Kita sudah terpola seakan-akan untuk mendapatkan kesenangan itu kita harus membayarnya dengan uang, tidak ada yang bisa kita dapatkan secara cuma-cuma. Uang sudah menguasai segalanya. Pembangunan pusat-pusat perbelanjaan berlomba lomba dibangun. Lahan-lahan pertanian disulap jadi hutan beton. Apakah dengan semakin banyaknya mall berarti kota itu semakin maju dan rakyatnya sejahtera?
Hal itu justru mengajarkan masyarakat dengan budaya konsumerisme. Taman-taman kota yang seharusnya dibangun tidak pernah ada satupun yang terwujud. Taman kota sebenarnya bisa menjadi salah satu alternatif untuk berwisata bagi masyarakat. Tempat masyarakat berinteraksi. Selain itu taman juga bisa menjadi paru-paru kota.

March 8, 2014

,
Sudah hari sabtu lagi. Seperti biasanya hari libur adalah waktunya untuk piknik dan jalan-jalan. Kayaknya itu jadi rutinitas setiap libur. Hari liburku yang cuma satu hari dalam seminggu harus benar benar dinikmati.


Hari ini (8.03.2014) saya bersama dua teman saya Didin dan Bayu pergi ke Pantai. Dari kemarin kita memang sudah merencanakan untuk mencari udara segar dipantai. Kita lagi ngga pengen ngecamp seperti biasanya. Hanya menghabiskan hari dipantai sambil mencari tempat yang enak buat membaca. Katanya kan bacalah biar kamu mengenal dunia. Nah sekarang ini saya lagi benar benar pengen mengenal dunia lewat buku. Membaca itu memang salah satu kegiatan yang membosankan, kalau ngga yang paling bikin ngantuk. Tapi dengan mencari suasana atau tempat yang berbeda, membaca jadi tidak lagi membosankan.

March 7, 2014

,
Displaying photo.jpg 

Sebenarnya sudah sering banget lewat jembatan ini. Sebelumnya saya juga ngga tau apa nama resmi jembatan ini, yang saya tau namanya jembatan teknik. Ternyata pas cari di google ketauan kalau namanya jembatan Sardjito II. Kenapa namanya harus jembatan Sardjito? ya mungkin karena jembatan ini yang jadi jalan pintas ke RS Sardjito kali yah.

March 6, 2014

,
Gowes sore ini sih judulnya iseng-iseng berhadiah. Karena sering baca blog tentang Candi Gebang, akhirnya penasaran juga buat nyamperin tuh candi. Secara letaknya juga tidak terlalu jauh dari rumah. Kurang dari setengah jam naik sepeda kesini.
Sore ini pulang kerja jam 3 sore badan lumayan pegel-pegel. Nyampe dirumah mutusin buat tidur sore aja buat ngilangin capek. Tapi ngga tau kenapa pas jam 5 bangun, ngebet banget buat ngunjungin ni candi. Akhirnya bangun tidur tanpa mandi terlebih dulu cuma cuci muka langsung pancal sepedaku untuk memcari si candi.

March 4, 2014

,



Belanda

Negara yang pernah menguasai Indonesia ini adalah salah satu negara yang paling ramah terhadap pesepeda di dunia. Bagaimana tidak, disini semua fasilitas yang mendukung para pesepeda sangat diperhatikan di negara penghasil keju ini. Mulai dari jalur sepeda (fietspad), parkir untuk sepeda, lampu lalu lintas khusus sepeda dan peraturan pemerintah yang sangat berpihak kepada para pesepeda. Disini para pesepeda adalah warga kelas satu yang dihargai.


Saya beruntung pernah datang dan tinggal di Belanda. Walaupun tidak terlalu lama, saya sudah cukup merasakan bagaimana nyaman dan enaknya bersepeda di Belanda. Apalagi Belanda adalah negara yang sangat datar, tidak ada tanjakan ataupun turunan.


Sepeda sudah seperti kebutuhan pokok dan kendaraan wajib disini. Hampir semua orang punya sepeda. dari yang berumur 6 tahun sampai dengan yang berumur 60 tahun semuanya menggunakan sepeda untuk beraktivitas. Tak heran jumlah sepeda disini sangat banyak. Jarang sekali saya lihat ada sepeda motor disini. Mobilpun hanya mereka gunakan saat bepergian jauh. Harga bensin dan parkir disni sangat mahal. Parkir ditengah kota bisa mencapai sekitar lima puluh ribu perjam. Mungkin itu juga salah satu alasan orang disni lebih memilih sepeda.



Jalur sepeda dibuat untuk mendukung warganya bersepeda. Dari mulai kota besar sampai di pinggiran desa bahkan di tengah hutan pun sudah dibangun jalur sepeda. Itu yang membuat saya sangat jatuh cinta pada Belanda. Pemerintahnya sangat total mendukung para pesepeda. Tempat parkir dibangun disetiap stasiun atau halte bus dan dipusat keramaian.Penduduk yang ingin pergi kekota lain dengan menggunakan kereta api bisa menitipkan sepedanya diparkiran secara gratis.




Selain parkir resmi yang terdapat disarana sarana publik. Orang Belanda suka memarkir sepedanya dimana saja. Baik pohon, pagar atau kursi yang penting mereka bisa mengunci sepeda mereka. Belanda adalah salah satu negara yang aman. Jarang sekali terdengar ada perampokan atau pencurian. Tapi lain halnya dengan pencurian sepeda, disini jika anda lupa untuk mengunci sepeda. Bersiap-siaplah untuk kehilangan sepeda. Sering terjadi pencurian sepeda atau hanya pencurian part-part sepeda. Aneh...!!!

Tiang dijadikan tempat parkir
Pesepeda di sini sangat dihormati. Tidak pernah terdengar suara klakson yang keluar dari mobil untuk memperingatkan sepeda yang ada didepan mereka. Memang dibeberapa tempat karena jalanan yang kecil, jalur sepeda dan jalur mobil menyatu. Tapi para pengemudi mobil tetap bersabar dan menghargai para pesepeda. Membunyikan klakson bukan karena alasan emergency adalah suatu pelanggaran dan bisa dilaporkan ke polisi.


Banyak mobil parkir dipinggir jalan karena memang tepi jalan adalah tempat resmi untuk parkir mobil. Tapi tidak ada satupun mobil yang menutup jalur sepeda. Berbeda jauh dengan di Jogja. Mobil yang parkir hampir menutup semua jalur sepeda.

Parkir mobil dipinggir jalan


Kepatuhan dan ketertiban para pesepeda sendiri terhadap peraturan lalu lintas pun harus diacungi jempol. Sepeda selain mempunyai jalurnya sendiri juiga mempunyai lampu lalu lintasnya sendiri. Lampu lalu lintas ini berpengaruh terhadap lampu lalu lintas utama yang mengatur jalur mobil. Kita harus menekan tombol setiap kita berhenti di lampu lalu lintas, maka demgan itu kita akan memepercepat lampu utama menjadi merah dan lampu pengatur sepeda menjadi hijau. Jikia kita tidak menekannya, maka lampu itu akan tetap berwarna merah.




Orang akan dengan sabar menunggu lampu merah berubah menjadi hijau. Walaupun jalanan sepi, orang tidak akan menerobos jalan. Mungkin itulah bedanya dengan orang kita.




Tidak salah memang jika Belanda dikatakan sebagai negara yang ramah terhadap para pesepeda. Sebagai seorang pesepeda saya sangat bahagia pernah tinggal di negara ini. Mungkin terlalu jauh kalau harus bermimpi Indonesia bisa menjadi seperti Belanda.Negaranya para pesepeda.Negara sejuta sepeda. Tapi yang namanya mimpi itu tidak pernah sia-sia.











,
Sehabis gerimis di Rumah Mertua

March 3, 2014

,
Mungkin ini adalah gowes terjauh dengan sepeda saya sampai sekarang ini. Niat banget sih ini berangkat ke Klaten sendirian  buat sepedaan. Temen saya bilang ini namanya kurang kerjaan, tapi saya bilang ini namanya kesenangan. Udah namanya hobi mau gimana lagi donk? walaupun jauh mah ngga terasa jauh.

Pulang kerja jam 3 kekosan buat nyempetin tidur sebentar. Lumayan sih bisa nyegarin otak sama pikiran. Bangun jam 5an dan siap siap berangkat sendirian. Jarak kosanku ke Klaten sekitar 45 Km. Samalah jaraknya kalau kita muterin seluruh ringroad di Jogja. Lama perjalanan sekitar 2 jam dengan kecepatan sedang. Jalanan Jogja Solo memang cukup ramai. Harus benar benar berhati hati dengan kendaraan lain.
,


Tuhan menciptakan alam ini untuk dinikmati oleh mahluknya secara gratis. Itu yang seharusnya terjadi, Dia tidak pernah meminta kita membayar untuk apa yang Dia ciptakan. Namun kita mempunyai kewajiban untuk menjaganya bukan untuk merusak agar suatu saat nanti anak cucu kita masih bisa menikmati keindahannya.

March 2, 2014

,
Minggu ini kebetulan saya dapat libur hari sabtu, seperti biasanya hari ini libur adalah hari buat jalan-jalan. Hari yang seharusnya dihabiskan tanpa beban. Udah cukup seminggu otak dan tenaga dipakai untuk bekerja. Saatnya umtuk mengistirahatkan otak. kebetulan tadi malam teman saya Didin mengajak saya untuk ke merapi, saya pikir kita akan benar benar mendaki gunung Merapi. Tapi ternyata kita cuma trekking ke salah satu bukit yang ada di Kaliurang. Tepatnya di kawasan Telaga Putri.Harga karcis untuk masuk tempat ini adalah dua ribu rupiah, cukup murah kan?

March 1, 2014

,
Jogja last friday ride atau yang lebih dikenal dengan JLFR adalah acara bersepeda bersama sama yang rutin diadakan setiap hari jum'at terakhir setiap bulannya. JLFR pertama kali diadakan pada tanggal 28 mei 2010 yang diikuti tidak lebih dari 100 peserta. Yang bertujuan untuk kampanye penggunaan sepeda dalam kehidupan sehari hari kita. Hari ini 28 februari 2014 adalah JLFR yang ke-46 dan jumlah partisipannya mungkin lebih dari 1000 orang. Semua jenis sepeda ada, dari sepeda fixie sampai sepeda onthel kuno.

Follow me @novaaristianto