Wisata Kuliner dengan Nuansa Klasik dan Alami di Wedang Kopi Prambanan


Untuk masalah kuliner, Jogja dan sekitarnya sepertinya tidak akan pernah kehabisan tempat. Selalu ada saja tempat nongkrong atau tempat makan baru yang menawarkan konsep yang menarik. Mulai dari yang berkonsep modern sampai yang berkonsep tradisional sekalipun. Mau jenis makanan apa saja? Bisa tinggal pilih mau makan apa.



Buat yang sedang berjalan-jalan ke Candi Prambanan atau Candi Plaosan, sepertinya tidak boleh melewatkan Wedang Kopi Prambanan begitu saja. Restauran yang baru buka sekitar setahunan yang lalu ini punya konsep yang cukup unik. Yaitu perpaduan antara Jawa klasik dan alam.


Rumah Joglo yang dikelilingi kebun jagung


Wedang Kopi Prambanan terletak di Jalan raya Klaten-Manisrenggo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Letaknya sangat dekat dengan Candi Plaosan yang dikenal sebagai candi kembar dengan kisah romantis dibalik pembuatannya. Lokasinya berada dipinggir jalan raya sehingga cukup mudah ditemukan dengan bantuan Google Map.



Sampai di parkiran Wedang Kopi Prambanan, kita akan disambut dengan sebuah bangunan rumah joglo yang sangat klasik lengkap dengan sebuah andong tanpa kuda yang menjadi hiasan di depannya. 


Di dalam joglo tersebut terdapat banyak kursi-kursi kayu dengan anyaman rotan yang sangat cocok dengan suasananya. Ditambah lagi dengan lantai tegelnya yang menjadikan Wedang Kopi Prambanan terlihat sangat klasik.




Masuk ke dalam, ternyata tidak hanya ada satu joglo. Dibagian dalam Wedang Kopi Prambanan masih ada 2 joglo lagi yang dipisahkan dengan area taman hijau yang cantik lengkap dengan kolam ikan dan air mancur.



Disekitar kolam terdapat dua buah sepeda jengki dan juga lesung. Untuk yang belum tau, lesung itu adalah alat yang dahulu digunakan untuk menumbuk padi menjadi beras dengan menggunakan kayu bulat panjang yang disebut alu. Kalau mau benar-benar merasakan nuansa tempo dulu, di Wedang Kopi Prambanan kita bisa meminjam baju tradisional Jawa secara gratis. Baju-baju tersebut tersedia di dalam lemari kayu yang berada disebrang meja kasir.



Yang unik ada 2  bekas kandang sapi yang diubah menjadi tempat untuk makan. Selain itu ada banyak kursi dan meja kayu yang berjajar rapi di sisi utara lengkap dengan pepohonan yang masih dipertahankan.



Kursi-kursi ini sangat cocok untuk bersantai kalau datang ke sini sore hari. 
Menikmati semilir angin sambil menanti pemandangan matahari terbenam. Wedang Kopi Prambanan dikelilingi oleh perkebunan jagung milik penduduk sekitar. Dari kejauhan kita juga bisa melihat perbukitan hijau.


Masakan rumahan yang nikmat






Sesuai dengan konsepnya, Wedang Kopi Prambanan menjual berbagai masakan rumahan tradisional dengan sistem prasmanan. Beberapa menu andalannya antara lain sayur asem, oseng soun, oseng daun pepaya, oseng bunga pepaya, ayam goreng, dan telur kremes. Ada 2 pilihan nasi yang bisa dipilih, yaitu nasi putih dan nasi merah.



Ada banyak pilihan minuman racikan kopi. Tapi karena saya bukan penggemar kopi, jadi saya lebih memilih minuman lain yang cukup tradisional yaitu wedang uwuh dan wedang jangkruk. Selain itu masih ada banyak minuman tradisional lagi yang menyegarkan tenggorokan. Sebagai tambahan ada camilan seperti mendoan, pisang goreng, dan singkong goreng.



Suasana yang asri menjadi semakin syahdu karena sepanjang hari Wedang Kopi Prambanan memutar lagu-lagu bossanova Jawa. Waktu paling tepat untuk berkunjung ke sini adalah pada sore hari. Jika cuaca sedang cerah, kita juga bisa menikmati sunset yang cantik.

No comments:

Post a Comment