Perjuangan Menemukan Bakso President di Malang

Tulisan Aris - Perjuangan menemukan Bakso President?
Iya, saya menyebutnya sebagai sebuah perjuangan. Karena sebelum berhasil menemukan salah satu penjual bakso yang paling kondang di Malang ini saya terlebih dahulu harus melewati beberapa perjuangan. :D



Tujuan awal saya ke Malang memang hanya ingin menikmati tiket promo kereta dari PT. KAI dalam rangka Tahun Baru Imlek.Tidak ada rencana kemana-mana, cuma pengen jalan-jalan disekitar kota dan menikmati Bakso President yang sudah sangat terkenal itu.


 Tiket KA Malioboro Ekspres tujuan Yogyakarta - Malang untuk kelas eksekutif yang biasa dijual dengan harga Rp 250.000 - 300.000 bisa saya dapatkan hanya dengan harga Rp 84.000 saja. Begitu juga dengan harga tiket sebaliknya dijual dengan harga promo yang sama. Saya memutuskan untuk membeli tiket keberangkatan dari Jogja pada hari Sabtu, 20 Februari 2016 pukul 20.45 dan pulang dari Malang hari Minggu, 21 Februari 2016. Seumur hidup baru 2 kali ini naik kereta eksekutif.



Perjalanan dari Yogyakarta menuju Malang membutuhkan waktu sekitar 8 jam. KA Malioboro Ekspres yang membawa saya ke Malang tiba di Stasiun Malang Kotabaru pada sekitar pukul 04.15 pagi terlambat sekitar 15 menit dari jadwal yang telah ditetapkan. Sesampai di Stasiun Malang Kotabaru saya lebih memilih untuk tetap berada didalam stasiun karena diluar masih cukup sepi dan berkabut.



Sesuai rencana awal, keluar dari stasiun memang hanya diniati ingin berjalan kaki dari Stasiun Menuju ke Alun-alun Kota Malang. Dilihat dari Google Maps jarak Stasiun Malang Kotabaru ke Alun-alun hanya sekitar 1,9 km, tidak terlalu jauh. Menurut saya, Malang itu adalah kota yang sangat nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Pedestriannya sudah cukup ditata dengan baik. Selain itu masih banyak juga pohon rindang disepanjang jalan yang bisa bikin adem.

Tidak terasa pagi itu saya sudah berjalan dari Stasiun Malang Kotabaru - Alun alun - Jalan Ijen - Balaikota Malang. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan tersebut saya memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu di Taman Tugu depan Balaikota untuk kemudian melanjtkan perjalanan lagi mencari Bakso President.

Dari tempat saya duduk terlihat banyak orang yang bergerombol didepan Balaikota Malang. Karena penasaran, saya kemudian mendekati orang-orang tersebut yang ternyata sedang menunggu Macyto. Bus tingkat wisata gratis untuk berkeliling Kota Malang. Saya akhirnya memutuskan ikut antri untuk ngambil kupon Macyto.

Keasyikan foto-foto dan merekam video saat naik Macyto, membuat hp saya lowbat dan hanya menyisakan sekitar 10 persen saja. Padahal saya masih membutuhkan hp tersebut untuk membuka Google Maps dan mencari jalan menuju ke Bakso President. Dengan sisa tenaga baterai tersebut, saya mencoba menghafalkan rute menuju ke Bakso President. Namun ternyata ditengah jalan HP tersebut akhirnya mati total.

Saya yang awalnya sudah yakin melewati jalan benar, ternyata salah dan menjauh dari jalan yang sebenarnya harus dilalui. Saking capeknya akhirnya saya memutuskan mampir di Indomaret beli minum sekaligus numpang ngecas HP dan sempat tertidur. Untung tas saya masih aman karena selalu saya pegang. Setelah HP nyala lagi, saya cek kembali melalui Google Maps kalau jarak saya berada saat itu dengan Bakso President hanya tinggal 1 km lagi. Walaupun baterai HP saya sudah terisi cukup banyak,namun saya harus kembali mengurungkan niat untuk kembali mencari Bakso President karena hujan yang cukup deras.



Hujan sudah berhenti, capek juga sudah sedikit berkurang. Akhirnya perjalanan diteruskan kembali untuk mencari Bakso President menyusuri jalanan yang masih cukup basah dengan kubangan air hujan yang baru saja turun. Dan akhirnya setelah beberapa menit berjalan, ketemu juga yang dicari.
Bakso President letaknya persis ada disamping rel kereta api. Itu salah satu hal yang menarik perhatian saya.



Katanya biasanya antrian pembeli Bakso President bisa sangat panjang. Tapi beruntung sekali hari itu saya tidak harus mengantri cukup lama untuk bisa segera makan baksonya karena antrian yang tidak terlalu panjang, mungkin karena Malang baru saja diguyur hujan yang cukup deras sehingga membuat orang malas keluar rumah. Saya memilih paket bakso komplit yang terdiri dari beberapa jenis bakso ditambah dengan jeroan. Harga seporsinya adalah Rp 22.000.



Sebenarnya duduk dikursi yang berada diluar akan lebih menyenangkan, apalagi kalau ada kereta api yang lewat kita bisa merasakan guncangan dan sensasi memakan bakso yang berbeda. Namun sayangnya semua kursi yang ada diluar sudah penuh, sehingga mau tak mau harus duduk didalam.





Tapi sepertinya saya harus sedikit kecewa, rasa Bakso President ternyata tidak seenak yang saya bayangkan sebelumnya. Justru menurut saya rasanya biasa-biasa saja untuk seporsi bakso dengan harga yang cukup mahal tersebut. Dan tidak sesuai dengan perjuangan saya untuk menemukan keberadaan bakso yang katanya legendaris ini. :D
Tapi mungkin kembali lagi bahwa selera orang terhadap makanan itu berbeda-beda.

No comments:

Post a Comment