April 24, 2015

,
Jogja selain dikenal sebagai Kota Pelajar karena banyaknya universitas yang ada di propinsi yang sebagai Daerah Istimewa ini juga dikenal sebagai salah satu gudangnya seniman di Indonesia. Tidak mengherankan jika kotanya ini sangat nyeni. Salah satunya adalah dengan gampangnya kita bisa menemukan mural atau grafiti lucu-lucu diseluruh penjuru kota. Mulai dari bawah jembatan sampai dengan tembok-tembok usah yang hidupkan dengan gambar-gambar yang kadang-kadang merupakan salah satu bentuk protes seniman tentang keadaan atau kejadian yang ada disekitarnya. Salah satu tembok yang dipenuhi dengan graffiti indah di Jogja bisa kita temukan dibelakang Hotel Ibis Malioboro.


April 20, 2015

,
Sejak pertama kali tinggal di Jogja dan melewati kawasan Kotabaru ini saya sudah penasaran dengan bangunan kecil namun terlihat menarik ini. Sebelumnya saya berpikir bahwa bangunan tersebut merupakan semacam poskamling atau tempat yang biasa digunakan untuk ronda seperti yang ada di kampung-kampung. Dan ternyata dugaan itu salah, bangunan mungkin yang ada di Kotabaru tersebut ternyata bernama Babon Anim yang merupakan gardu listrik yang memang sudah dibangun sejak jaman kolonial Belanda dahulu.



April 14, 2015

,
Mungkin saya kurang gaul atau lebih tepatnya telat gaul karena walaupun pernah tinggal dan sering mondar-mandir di daerah Godean, saya baru tau kalau di Godean ada sebuah tempat makan unik dan asyik yang bernama Warung Kepik Sawah tepatnya berada di Jalan Godean km 9 Senuko. Belok kanan sekitar 2 km sebelum Pasar Godean kalau dari arah kota.



April 12, 2015

,

pict by: Mirza Halim
Ini adalah kali kedua saya mendaki Gunung Andong. Beberapa minggu yang lalu saya juga sempat naik gunung yang berlokasi di Sawit, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini bersama teman. Namun sayang, kami sama sekali tidak bisa mendapatkan pemandangan indah karena selama disana kabut tebal terus menutupi. Pun Sama dengan hari ini, kabut tebal juga sempat menyelimuti kawasan ini sejak pagi hari. Ratusan orang yang sudah memadati Gunung Andong pagi hari harus kecewa karena sinar matahari pagi yang mereka tunggu-tunggu tidak dibiarkan muncul oleh sang kabut. Gunung Andong pada saat akhir pekan lebih mirip dengan pasar dibandingkan gunung karena banyaknya orang yang membuat tenda disemua lokasi yang ada di Gunung Andong.


Follow me @novaaristianto