Berhujan-hujan Ria ke Lava Bantal Berbah



Sudah cukup lama rasanya saya tidak berkeliling Jogja menggunakan sepeda. Mungkin yang pertama adalah karena musim yang sekarang kurang bersahabat. Hampir setiap hari diguyur hujan terus-terusan. Ditambah lagi dengan pekerjaan yang sekarang juga lagi banyak (sok sibuk). :D
Hari sabtu kemarin akhirnya disempatkan lagi jalan-jalan untuk melihat-lihat sekitar Jogja menggunakan sepeda. Sebetulnya sih sudah dari hari jum'at bawa sepeda ke kantor, karena malam harinya hujan deras. Akhirnya saya putuskan untuk bermalam di rumah teman saya yang tinggal di Condong Catur. Walaupun tetap kehujanan, paling tidak rumahnya lebih dekat dari kantorku dibandingkan harus pulang ke kontrakan yang nun jauh di Cebongan sana. :(



Tujuan gowes kali ini adalah ke Lava Bantal yang ada di Berbah, Sleman. Mungkin agak sedikit telat tau tentang tempat ini. Terakhir lihat di sebuah akun twitter yang mamerkan tempat ini dengan gambar sebuah jembatan serta daun-daun yang berguguran. Mirip ala-ala Korea pikir saya. Kemudian dari situlah ada niatan untuk mendatangi tempat ala Korea itu. Niat awalnya mau pergi kesana bersama Mirza teman saya itu, tapi karena gerimis sempat turun siang itu. Akhirnya dia menunda untuk ikut gabung bersama, terpaksalah akhirnya harus gowes sendiri lagi.


Lava Bantal sendiri menurut yang saya baca di google adalah sebuah lava yang diperkirakan umurnya sekitar 30 juta tahun. Nah lo, tua amat ya umurnya. Katanya sih lava ini merupakan cikal bakal gunung api yang ada di Pulau Jawa. Banyak yang menyebut tempat ini sebagai sungai purba. Endapan Lava Bantal tersebut berasal dari erupsi atau muntahan lava gunung berapi yang langsung bersentuhan dengan air laut. Mungkin mahasiswa Geologi yang lebih tau tentang hal ini. :D


Lava Bantal terletak di Dusun Watuadeg, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tidak terlalu sulit untuk menjangkau Lava Bantal ini. Dari STTA Adisutjipto yang berada di kawasan Janti kita hanya perlu mengambil jalan lurus sama seperti jalur menuju ke Candi Abang. Setelah bertemu kuburan besar yang ada di kiri jalan, itu artinya kita sudah hampir sampai.


Lava Bantal ini berada dibawah 2 buah jembatan. Jembatan yang pertama adalah sebuah jembatan yang sudah tidak digunakan lagi. Sedangkan jembatan kedua adalah jembatan baru pengganti. Kesan pertama saya waktu disini sih agak seram, soalnya banyak rambut yang bertebaran di atas jembatan kunonya. Mana letaknya dekat kuburan pula, sudah gitu sendirian lagi. :D
Sayangnya sih waktu kesana pas lagi hujan, airnya berubah warna jadi keruh. Nggak mirip kaya di Korea lagi deh. Mungkin kapan-kapan bisa jalan-jalan kesini lagi kalau nggak hujan.

4 comments:

  1. Lha dirimu turun ke bawahnya itu gimana caranya? Ada jalannya po?

    Eh, perkara kuburan besar itu sudah saya buktikan tidak angker karena pernah malam jum'at kliwon muter-muter di sana. ;p

    ReplyDelete
  2. Sesudah jembatan itu ada jalan kekanan, nah turunnya lewat situ...

    Nggak angker tapi keliatan serem :D

    ReplyDelete
  3. Sekarang jalan turun sudah aman gan :D

    Mari mampir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sekarang kayaknya masuknya dah bayar ya? Apa cuma parkirnya aja? :p

      Delete