November 28, 2018

,



Teknologi saat ini memang sangat mempermudah kehidupan sehari-hari manusia. Mulai dari urusan yang ringan seperti membeli makanan sampai dengan membayar listrik. Dahulu jika kita ingin membeli makanan, kita harus pergi sendiri menuju warung yang akan kita tuju. Bukan hanya waktu, kita juga butuh banyak tenaga untuk sekedar melakukannya. Tapi sekarang cukup dengan gawai yang kita punya dan duduk santai di rumah, kita bisa membeli makanan yang kita inginkan bahkan bisa sekalian diantar ke rumah. Lebih praktis bukan?

Teknologi kini hampir menjangkau semua aspek kehidupan, termasuk jasa pengiriman paket. Untuk yang punya bisnis online shop, pasti sudah tidak asing lagi dengan kegiatan kirim paket ke pelanggan. Bisa dibilang perusahaan ekspedisi adalah salah satu ujung tombak bagi banyak online shop. Kini dengan hadirnya Paxel, kirim paket dan logistik pun lebih mudah.


Untuk yang belum tahu, Paxel merupakan perusahaan startup dibidang ekspedisi pengiriman barang yang hadir di Indonesia pada pertengahan tahun 2018 ini. Dengan motto "Antarkan Kebaikan", Paxel menjadi pelopor aplikasi berbasis pengiriman barang pertama di Indonesia dengan layanan same day service. Barang yang dikirim hari ini, bakal nyampe juga hari ini dengan garansi maksimal 8 jam sampai  jika dikirim sebelum jam 3 sore. Bahkan antar kota sekalipun khusus untuk wilayah yang sudah tersedia layanan Paxel seperti Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan menyusul beberapa kota besar lain yang ada di Indonesia. Untuk yang punya bisnis makanan seperti frozen food, jasa pengiriman seperti ini yang dicari. Karena makanan tidak terlalu lama berada dalam perjalanan.



Kalau biasanya kita direpotkan dengan urusan kiriman barang karena harus pergi ke agen terlebih dahulu, dengan Paxel kita cukup anteng di rumah karena Happiness Hero yang akan menjemput  barang ke tempat tinggal kita. Waktunya pun kita bisa tentukan sendiri melalui aplikasi yang sekarang sudah bisa diunduh melalui Appstore dan Playstore. Begitu juga untuk penerima, waktu delivery barang juga bisa ditentukan sesuai permintaan.

Paxel menyediakan tempat yang disebut dengan loker untuk para penggunanya yang mungkin sering tidak ada di rumah dan takut terlewatkan saat Hero datang mengantarkan paket. Dengan loker ini paket akan disimpan dan diambil kapan saja oleh penerima.

Kelebihan lain dari Paxel adalah tarif pengirimannya yang flat. Pengiriman tidak dihitung berdasarkan jarak atau berat barang, tetapi hanya dikelompokkan menjadi 3 jenis ukuran yaitu small, medium, dan large serta 1 ukuran custom. Berat maksimal tiap ukuran adalah 10 KG. Tarif ini tentu saja akan membuat biaya pengiriman lebih murah. Biaya pengiriman bisa dibayar dengan menggunakan saldo Paxel atau uang tunai.



Cara penggunaan aplikasi ini cukup mudah. Jika sudah terbiasa menggunakan aplikasi ojek online, pasti akan langsung paham. Cukup dengan memasukan alamat kita, alamat pengiriman berdasarkan peta, lalu jenis ukuran barang yang akan dikirim. Setelah itu tinggal melengkapi data lain seperti nama pengirim, no telepon, alamat email serta jam berapa barang bisa diambil di rumah. 

Melalui aplikasi Paxel kita juga bisa memantau progress pengiriman barang kita sudah sampai mana. Begitu juga pada saat barang sudah sampai lokasi pengiriman kita bisa melihat siapa yang foto siapa yang menerima barang tersebut. Lebih aman kan menggunakan Paxel, jadi tidak ada ketakutan barang salah kirim ke tempat lain.



Untuk yang ingin mencoba antarkan kebaikan dengan paxel, segera unduh aplikasinya dan nikmati kemudahannya. Jangan lupa gunakan kode referal "padmasedan" untuk mendapatkan saldo gratis sebesar Rp100.000.

November 10, 2018

,
Dalam rangka merayakan ulang tahun saya yang kesekian tanggal 9 November 2018 lalu. Saya memutuskan untuk rehat sejenak dari pekerjaan dan melakukan liburan tipis-tipis ke Kledung, Temanggung berbekal voucher hotel hadiah lomba punya teman yang hampir habis masa berlakunya. Ga terlalu jauh, hanya sekitar 2 jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari Jogja. Niatnya memang hanya ingin sedikit menjauh dari Jogja dan menikmati waktu di hotel saja. Kalau dilihat dari internet, suasana hotelnya cukup tenang.


Sengaja memulai perjalan sekitar jam 5.00 pagi dengan pertimbangan supaya jalanan belum terlalu ramai dan bisa menikmati pemandangan. Tapi sayang sekali karena semalaman Jogja diguyur hujan dengan cukup deras, tidak ada pemandangan cantik yang bisa dilihat selama perjalan. Tidak nampak Merapi dan Merbabu yang selalu muncul di pagi hari dan menyambut siapa saja yang akan meninggalkan Jogja. Begitu juga si kembar Sindoro dan Sumbing yang sama sekali tidak terlihat karena tertutup awan.



Walaupun sangat kecil kemungkinannya, saya tetap berharap kalau matahari tiba-tiba muncul dan bersinar pada saat tiba di Embung Kledung sekitar pukul 07.00. Karena daya tarik utama dari embung ini adalah latar belakang Gunung Sindoro dan Sumbing yang tampak berseberangan. Tapi sayangnya harapan tinggal harapan, matahari tak kunjung muncul sedangkan kabut semakin tebal. Akhirnya diputuskan untuk pergi ke Dieng Kledung Pass Hotel yang memang letaknya tidak terlalu jauh dari embung. Siapa tau boleh masuk kamar awal buat istirahat. Karena sebenarnya mata masih cukup ngantuk karena semalam kurang tidur.



Tapi karena hari itu ada 3 bus rombongan yang menginap di Dieng Kledung Pass Hotel. Saya baru bisa masuk kamar sekitar pukul 12.00 siang menunggu tamu sebelumnya keluar. Sambil nungguin pukul 12.00, coba lihat-lihat Google Map ada wisata atau tempat yang menarik apalagi disekitar hotel. Karena niatnya memang ga pengen jauh-jauh dari hotel. Akhirnya diputuskan lah untuk mengunjungi Goa Maria Taroanggro yang jaraknya hanya sekitar 2 km saja dari hotel.
Goa Maria Taroanggro ini boleh dibilang tempat wisata ziarah umat Katholik yang masih cukup baru. Bukan hanya umat Katholik saja yang diperbolehkan masuk, semua orang bisa masuk ke dalam kawasan ini. Selain ada gua Maria, di dalamnya juga terdapat ruang diorasi dan juga patung Yesus yang cukup besar.

Selesai berkeliling Gua Maria Taroanggro, ternyata waktu masih pukul 11.00. Rasanya terlalu awal kalau harus kembali ke hotel. Yang pasti kamar pasti juga belum siap. Ngopi jadi salah satu solusi untuk menghabiskan waktu. Kebetulan di area parkir ada cafe sederhana yang bernama nDeso Coffee. Saya bukan pecinta kopi, tapi karena tidak ada tempat lain akhirnya mampir ke sini menunggu pukul 12.00. Kopi yang ada di sini berasal dari perkebunan yang berada di lereng Sindoro dan Sumbing.



Waktu yang ditunggu tiba juga. Tepat pukul 12.00 akhirnya bisa masuk kamar hotel juga. Dieng Kledung Pass Hotel ini beralamat di Jalan Raya Parakan Wonosobo, Kertek, Wonosobo. Lokasinya persis diantara gapura batas kabupaten Temanggung dan Wonosobo.



Dieng Kledung Pass Hotel ini sepertinya satu-satunya hotel yang cukup besar yang berada di jalur menuju ke Wonosobo dari Temanggung. Jika dilihat dari luar, hotel ini hanya tampak seperti hotel lawas yang membosankan. Terdiri dari 3 lantai dengan model bangunan yang kuno.
Memasuki kamar hotel, kita akan disambut dengan perabotan yang juga tidak kalah lawasnya. Mulai dari pintu sampai dengan lemari dan meja lengkap dengan TV tabungnya. Setiap kamar dilengkapi dengan teras dan balkon yang bisa digunakan untuk bersantai.



Sempat bingung karena tidak melihat pintu kamar mandi? Dalam hati mikir jangan-jangan kamar mandinya barengan kaya kos-kosan. Tapi ternyata setelah diulik-ulik, pintu kamar mandinya menyatu dengan lemari baju. Jadi satu pintu lemari tersebut adalah pintu rahasia menuju ke kamar mandi. Berasa kaya nonton film jaman dahulu ga sih? Kamar mandinya cukup besar karena ada bathtub juga. Yang penting adalah ada air hangatnya. Udara dilereng Sindoro dan Sumbing setiap harinya selalu berada dibawah 20 derajat Celcius. Jadi mandi dengan air hangat itu penting sekali. Apalagi sambil berendam di bathtub.



Ga perlu nanya ada AC apa enggak. Tanpa AC pun suhu udara di sini udah cukup bikin mengigil. Apalagi buat orang yang biasa tinggal di kota. Walaupun ga bisa dibilang cukup empuk, kasur di Dieng Kledung Pass Hotel ini masih cukup nyaman untuk dibuat tidur. Karena yang paling penting adalah selimut tebal untuk menghalau udara dingin saat malam hari.



Kelebihan dari Dieng Kledung Pass Hotel ini tentu saja adalah pemandangannya yang luar biasa. Di depan hotel bisa lihat langsung Gunung Sumbing, sementara dibelakangnya ada Gunung Sindoro. Dengan catatan kalau cuaca sedang cerah dan ga tertutup kabut ya. Jadi kalau bisa memilih, pilih kamar yang berada di lantai 2 atau 3 biar pemandangan kearah kedua gunung tersebut lebih leluasa. Kalau kamar yang berada di lantai paling bawah pemandangan kearah Sindoro dan Sumbing agak sedikit tertutup.



Beruntunglah pagi hari lalu Sindoro mau menampakan diri. Dari dalam kamar pun bisa terlihat dengan sangat jelas. Rasanya tenang dan adem banget pikiran bisa lihat pemandangan secantik itu langsung dari kamar. Coba kalau bisa lihat setiap hari. Pasti stress berkurang dan hidup bisa lebih menyenangkan.

Sebenarnya Dieng Kledung Pass Hotel ini punya kolam renang yang berada di depan hotel. Tapi sayangnya, waktu kemarin di sana kolamnya tampak tidak terisi air. Mungkin sedang dikuras atau dalam perbaikan. Tapi walaupun ada airnya sekalipun ga akan berenang juga sih. Mengingat udara yang cukup dingin. Kecuali kalau isinya air hangat. :P




Dibelakang hotel terdapat taman yang menyatu dengan perkebunan penduduk. Ada juga gazebo atau pendopo yang biasa digunakan untuk acara-acara pesta seperti pernikahan. Sepertinya seru juga kalau buat pelaminan dengan latar belakang Gunung Sindoro.



Di depan hotel terdapat restoran yang digunakan untuk tempat sarapan dan juga masyarakat umum yang memang sedang melintas disekitar Kledung. Menu sarapannya memang tidak banyak, hanya ada pilihan nasi soto atau nasi rawon dengan tambahan minum teh anget. Selain kedua makanan tersebut dikenakan biaya seperti tamu umum. Rasa rawonnya memang tidak bisa dibilang enak, tapi masih bisa diterima oleh lidah dan perut.

Kalau ada kesempatan lagi, masih pengen menikmati waktu di Dieng Kledung Pass Hotel ini. Yang penting bukan pada saat musim hujan seperti sekarang ini supaya bisa dapat pemandangan yang lebih cantik.



November 6, 2018

,
Selain rasa makanan yang enak, alasan lain yang menjadi penentu saat orang memilih restoran atau tempat makanan tentu saja adalah suasananya. Jika suasananya cukup menyenangkan,pasti orang akan betah berlama-lama atau bahkan sering-sering berkunjung ke tempat tersebut. Suasana pedesaan yang adem dengan persawahan hijau sepertinya saat ini mulai diburu banyak orang. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya restoran yang lokasinya berada ditengah perkampungan dan jauh dari pusat kota. Untuk orang kota yang sudah terbiasa dengan hiruk pikuk lalu lintas jalanan yang macet, tempat seperti ini bisa menjadi tempat untuk sejenak bersantai dan menikmati suasana yang masih alami.



Tidak hanya Sleman saja yang  punya tempat-tempat makanan dengan nuansa pedesaan. Bantul juga ternyata punya restoran dengan nuansa pedesaan yang cukup khas dan tidak kalah menarik. Salah satunya adalah Warung Omah Sawah Tembi.



Warung Omah Sawa Tembi terletak di Dukuh Tembi, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul yang dapat ditempuh kurang lebih selama 15 menit perjalanan dari Malioboro dengan menggunakan kendaraan pribadi. Warung Omah Sawah Tembi cukup mudah ditemukan karena letaknya berada dipinggir jalan raya.



Jika dilihat dari luar, Warung Omah Sawah Tembi memang hanya tampak seperti sebuah warung kecil biasa. Namun jika sudah masuk ke dalam, baru lah kita bisa menikmati suasananya. Sebuah pendopo yang sangat khas Jawa tampak dikelilingi persawahan yang hijau. Pendopo dibangun tanpa sekat sama sekali sehingga kita bisa melihat langsung kearah persawahan yang ditengahnya terdapat jalan kampung. Pada sore hari kita bisa melihat aktivitas penduduk yang hendak pulang menuju ke rumah dari sawah atau anak-anak yang bersepeda sepulang dari TPQ. 





Beberapa menu andalan di Warung Omah Sawah Tembi antara lain nasi goreng hijau,nila bakar, ayam bakar, nila goreng, ayam goreng, mangut lele, tumis kembang pepaya, tumis daun pepaya, tumis genjer, dan lodeh lombok ijo. Selain itu tersedia juga menu khusus untuk rombongan. Untuk menu rombongan maksimal harus memesan satu hari sebelumnya.



Waktu paling tepat untuk datang ke Warung Omah Sawah Tembi adalah menjelang sore hari. Selain  menikmati pemandangan persawahan yang adem, kita juga akan disuguhi dengan penampakan matahari terbenam yang cantik. Ditambah lagi dengan suara kodok yang bersahutan yang membuat suasana menjadi lebih  syahdu.

Follow me @novaaristianto