July 31, 2018

,

Kalau gudeg, mungkin semua orang yang datang ke Jogja pernah mencicipinya. Kita bisa dengan mudah menemukan penjual makanan yang berbahan dasar nangka muda ini diseantero Jogja.

Mie lethek
Mie lethek goreng


Selain gudeg, ternyata masih banyak kuliner khas Jogja lainnya yang wajib dicoba. Salah satunya adalah mie lethek  yang berasal dari Srandakan, Bantul. Waktu berkunjung ke Jogja, Barrack Obama juga pernah mencicipi kelezatan makanan yang satu ini. Ada yang pernah coba juga?


Mie yang warnanya kotor dan tanpa pengawet

Lethek dalam bahasa Indonesia artinya adalah kotor. Warna mie yang satu ini memang agak sedikit kusam dan kurang menarik. Warnanya coklat keabuan karena dibuat dengan bahan campuran tepung tapioka dan gaplek atau singkong kering tanpa tambahan bahan pewarna apapun.

Pembuatan mie lethek di Dusun Bendo, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan masih menggunakan cara tradisional. Yaitu mengandalkan bantuan sapi untuk menarik mesin penggiling saat pencampuran bahan. Proses pengeringannya pun masih mengandalkan kekuatan sinar matahari.

Selain tanpa pewarna, mie lethek juga dibuat tanpa campuran pengawet. Namun demikian, mie lethek kering bisa bertahan lebih dari 3 bulan. Mie lethek terlihat seperti soun namun lebih tebal dan warnanya yang lebih pucat. 

Dibalik warnanya yang kusam dan kotor, ternyata terkandung kelezatan jika dimasak dengan cara yang benar. Selain itu mie lethek juga disebut-sebut lebih menyehatkan daripada nasi karena kandungan glikemiknya yang lebih rendah. Nah kan?


Lokasi Mie Lethek Mbak Lilis dekat pusat kota

Buat yang penasaran ingin mencicipi mie lethek tapi tidak mau jauh-jauh pergi ke Bantul. Ternyata di dekat pusat kota juga ada warung yang jualan mie lethek. Namanya Mie Lethek Mbak Lilis. Lokasinya di Jalan Sukonandi no.12, tidak terlalu jauh dari Stadion Mandala Krida. Tepatnya disebelah utara Departemen Agama dan Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta. Mie yang digunakan di Mie Lethek Mbak Lilis dipasok langsung dari pabriknya di Srandakan. Jadi rasanya sama persis dengan yang ada di tempat asalnya sana.

I love ML


Mie lethek bisa dimasak menjadi mie goreng atau mie rebus. Buat yang suka tengah-tengahnya, bisa request mie lethek nyemek. Yaitu mie lethek yang diolah dengan cara digoreng tapi dengan tambahan sedikit kuah. Mie lethek dimasak dengan campuran telur dan sayuran seperti kol dan sawi. Telurnya pun bisa pilih telur ayam atau bebek sesuai dengan selera.

Bumbu yang digunakan untuk mengolah mie lethek sangat sederhana. Campuran antara bawa putih dan kemiri yang ditumbuk sampai halus kemudian dilarutkan dalam kaldu ayam.Tambahan lainnya hanya garam dan sedikit penyedap rasa. Untuk yang suka pedas, bisa minta tambahan sambal. Racikan bumbu inilah yang membuat Mie Lethek Mbak Lilis lebih nikmat dan diminati banyak orang. Walaupun baru setahunan membuka warung, Mie Lethek Mbak Lilis sepertinya sudah punya banyak pelanggan tetap. Bisa dilihat dari warungnya yang selalu ramai tiap hari.

Daftar menu Mie Lethek Mbak Lilis


Selain mie lethek, ada menu lain yang bisa dipilih di Mie Lethek Mbak Lilis seperti nasi goreng, magelang, capcay, dan rica-rica. Menu yang lain juga tidak kalah lezatnya dengan mie lethek karena menggunakan racikan bumbu yang sama. Selain karena rasa makanannya yang pas di lidah, sepertinya alasan lain kenapa banyak orang datang ke sini adalah harganya yang cukup murah. Cocok untuk para mahasiswa dan anak kosan Jogja. Satu porsi mie lethek atau nasi goreng dijual dengan harga Rp12.000 saja. Sementara untuk rica-rica harganya mulai Rp13.000-15.000. Jangan khawatir soal porsinya, satu piring mie lethek atau nasi goreng di Mie Lethek Mbak Lilis bisa bikin kenyang semalaman.



Mie Lethek Mbak Lilis tempatnya memang tidak terlalu besar karena menempati garasi mobil yang disulap jadi sebuah warung. Hanya ada beberapa pasang meja kayu dan kursi plastik yang bisa digunakan oleh pengunjung. Walaupun sederhana, Mie Lethek Mbak Lilis juga dilengkapi dengan WiFi gratis untung para fakir kuota :p.

Lokasi Mie Lethek Mbak Lilis ini sangat mudah ditemukan karena berada dipinggir jalan raya yang cukup ramai. Mie Lethek Mbak Lilis buka mulai pukul 5 sore sampai pukul 11 malam. Buat yang malas datang langsung, bisa pesan juga lewat GoFood atau GrabFood.


July 30, 2018

,
Setelah membandingkan harga tiket pesawat beberapa maskapai penerbangan tujuan Amsterdam, ternyata saat itu yang paling murah adalah Malaysia Airlines. Tanpa pikir panjang, akhirnya terbelilah tiket pesawat Kuala Lumpur - Amsterdam - Kuala Lumpur dengan transit di Dubai.


Kenapa pilih keberangkatan di Kuala Lumpur? Karena dari Kuala Lumpur lebih banyak pilihan maskapai menuju ke Amsterdam. Yang pasti, harganya jauh lebih murah dibandingkan kalau berangkat dari Jakarta. Selisihnya bisa sampai 4-5 juta. Sementara dari Jogja menuju ke Kuala Lumpur menggunakan AirAsia yang harganya tidak lebih dari 1 juta. Lumayan bisa hemat kan?

Yang paling bikin bahagia adalah saat terima email konfirmasi pembayaran ada pemberitahuan bahwa penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Amsterdam akan menggunakan pesawat Emirates Airlines. Kedua maskapai tersebut memang punya kerjasama. Arghh, senang sekali rasanya. Dulu yang paling bikin tertarik dengan maskapai dari Uni Emirat Arab ini adalah seragam pramugarinya yang cukup unik. Terutama topi kecil yang mirip jilbab itu.


Deg-degan takut ketinggalan pesawat


Sebenarnya ada jeda 4 jam dari penerbangan pertama ke penerbangan berikutnya. Tapi ternyata jadwal keberangkatan dari Jogja menuju Kuala Lumpur harus tertunda selama 30 menit. Akhirnya setelah mendarat di KLIA2 buru-buru setengah berlari menuju ke Imigrasi karena harus pindah terminal ke KLIA yang jaraknya cukup jauh dan harus menggunakan kereta.

Ternyata antrian Imigrasi sangat panjang karena banyak sekalian wisatawan yang akan masuk ke Malaysia. Walaupun sudah ada antrian khusus pemegang paspor negara ASEAN, tapi tidak mengurangi panjang antrean karena ternyata banyak orang dari luar ASEAN yang ikut berbaris di antrian khusus ini. Entah karena mereka tidak tau atau karena pura-pura tidak tau, terutama turis-turis dari Cina Daratan yang datang bergerombol. Butuh waktu lebih dari satu jam dengan perasaan cemas untuk bisa keluar dan mendapat stempel dari Imigrasi. Tanpa babibu, selepas dari Imigrasi lalu lari menuju ke tempat pengambilan bagasi dan membeli tiket kereta menuju KLIA. Untung masih punya sisa beberapa Ringgit waktu jalan-jalan ke Malaysia beberapa bulan lalu, jadi tidak perlu ke money changer lagi.

Beruntung saya belum terlambat dan tinggal drop bagasi di kounter Emirates karena sebelumnya sudah melakukan online check-in. Mungkin sedikit tips untuk yang akan melakukan connecting flight tetapi berbeda maskapai penerbangan seperti saya. Pilih jeda penerbangan yang cukup lama. 

Karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi. Entah flight pertama kita yang delay atau antrean Imigrasi yang panjang. Tapi yang paling penting sih asuransi perjalanan. Karena kalau ada apa-apa bisa diganti sama pihak asuransi.


Emirates EK347 Kuala Lumpur - Dubai



KLIA cukup besar. Harus benar-benar teliti mencari pintu tempat keberangkatan kita, apalagi kalau waktunya sudah mepet. Dari counter check-in menuju ke boarding room harus menggunakan kereta otomatis yang berjalan tanpa awak. Walaupun cukup modern, ruangan dalam KLIA ini sangat hijau. Masih banyak pepohonan yang dipertahankan dengan dibatasi kaca.

Perjalanan dari Kuala Lumpur menuju ke Amsterdam akan dibagi menjadi dua penerbangan, yaitu Kuala Lumpur - Dubai dan Dubai - Amsterdam dengan masa jam transit 9 jam. Ya, 9 jam. Karena itu kombinasi penerbangan dengan harga termurah. Mau ga mau harus transit cukup lama.



Penerbangan KUL-DXB menggunakan pesawat Airbus b777, sementara DXB-AMS menggunakan pesawat  Airbus a380. Jenis pesawat penumpang terbesar saat ini yang terdiri dari 2 tingkat. Mungkin banyak traveler yang menjadikan Airbus a380 ini salah wishlist mereka. Saya cukup beruntung bisa merasakan Emirates Airbus a380 ini walau hanya di kabin ekonomi.

Sebelum masuk pesawat, diumumkan bahwa penumpang harus masuk sesuai dengan zona tempat duduk seperti yang tertera di tiket. Zona tempat duduk terdiri dari A-F. Karena berasal dari Timur Tengah, pengumuman pertama menggunakan bahasa Arab, kemudian Inggris, dan Melayu. Yang dipersilah masuk pertama adalah penumpang first class, bussines class, kemudian economy class.


Fasilitas dalam pesawat Emirates


Penerbangan Kuala Lumpur ke Dubai ditempuh kurang lebih selama 8 jam. Selama itu di pesawat bosen juga kan harus ngapain? Apalagi saya termasuk orang yang susah tidur kalau di pesawat. Sampai sekarang masih sering was-was dan ketakutan sendiri saat berada di dalam pesawat. Terutama saat ada sedikit guncangan. Walaupun menggunakan pesawat  Airbus b777 yang besar dan guncangannya lebih kecil. Tapi tetap saja pikiran tidak bisa tenang dan ingin cepat sampai.



Format tempat duduk Emirates EK347 adalah 3-4-3. Setiap tempat duduk di pesawat Emirates dilengkapi dengan seperangkat alat entertainment yang disebut ICE. Ada sebuah monitor lengkap dengan remote control dan headset yang akan diberikan oleh pramugara. Ada banyak film, musik, atau siaran TV yang bisa dipilih untuk menghilangkan kegundahan selama perjalanan. Ada beberapa musik dan film Indonesia juga dalam playlist. Beberapa game juga bisa dimainkan. Tapi karena saya tidak suka games, jadi saya sama sekali tidak melihat ada games apa saja.



Setiap tempat duduk juga dilengkapi dengan USB charger dan colokan listrik biasa.
Yang paling saya suka adalah fasilitas Wi-Fi. Kalau fasilitas yang satu ini memang tidak gratis, tapi cukup murah. Yaitu hanya 1 USD sepuasnya sepanjang penerbangan. Bayarnya harus menggunakan kartu kredit. Lumayan murah kan? Jadi selama di pesawat bisa tetap aktif di media sosial melalui hp atau laptop kalau-kalau udah bosen lihat film atau dengar musik. Kecepatan internetnya lumayan kencang.



Soal makanan, kalau kelas ekonomi memang tidak banyak pilihan. Pilihannya paling antara ayam atau kambing. Sebagian besar menu makanannya adalah Arabian Food atau Western Food. Kalau masalah minuman bisa request sepanjang perjalan dengan banyak pilihan mulai dari air putih, jus buah, bir, dan wine.




Transit di Dubai 9 jam


Sebelum berangkat, sudah kepikiran duluan mau ngapain selama 9 jam di Dubai. Karena sampai di sana tengah malam, ga punya visa transit juga. Jadi mau ga mau harus tetap stay di dalam bandara.

Bandara Dubai ini besar dan mewah sekali. Dari terminal satu ke terminal lain harus menggunakan kereta. Ditambah dengan berjalan kaki yang lumayan jauh. Walaupun tengah malam, bandara masih sangat ramai. Karena semua penumpang Emirates dari berbagai belahan dunia berhenti dan transit di bandara ini untuk kemudian berganti dengan pesawat selanjutnya untuk ke tujuan akhir.



Saya sengaja tidak menukar uang UAE karena berpikir hanya 9 saja di Dubai. Untungnya, semua penumpang Emirates yang transit lebih dari 4 jam mendapatkan kupon makan gratis yang bisa ditukar   ke beberapa restoran yang ada di Bandara Dubai sesuai dengan kelas penumpang. Syukurlah, jadi tidak terlalu kelaparan harus menunggu selama 9 jam. Buat nambah isi perut selain Sari Roti yang yang saya beli di Indomaret dan masih utuh sampai Dubai.

Add caption


Enaknya di dalam Bandara Dubai ini ada fasilitas kamar mandi gratis untuk para penumpang. Kamar mandinya sangat bersih dilengkapi juga dengan air panas. Lumayan bisa menghilangkan pegal-pegal setelah duduk selama 8 jam di pesawat. Sayangnya sih tidak ada fasilitas handuk gratis, jadi harus bongkar tas sendiri untuk ambil handuk.

Kalau masalah Wi-Fi, Bandara Dubai ini cukup pelit. Wi-Fi gratis hanya akan diberikan selama 1 jam pertama. Selanjutnya ya harus beli dengan kartu kredit dengan harga yang lumayan mahal. Karena tidak terlalu butuh dan lumayan capek setelah keliling dan melihat-lihat, akhirnya saya putuskan saja untuk tidur di kursi ruang tunggu.
Oh ya, Bandara Dubai ini memang benar-benar mewah. Barang-barang yang dijual di duty free pun banyak barang-barang bermerk seperti LV atau Hermes. Terlihat lebih seperti mall yang ada di dalam bandara. Setiap waktu salat, ada adzan yang berkumandang.

Pengalaman unik lain yang saya dapatkan selama di Bandara Dubai adalah sering diajak ngobrol orang dengan bahasa Tagalog. Banyak orang Filipina yang bekerja di sini. Mulai dari saat hendak tanya arah sampai minta voucher makan, pertamanya pasti diajak ngomong dengan bahasa Tagalog.


Emirates EK147 Dubai-Amsterdam


Perjalanan berikutnya adalah Dubai menuju Amsterdam dengan menggunakan Airbus a380. Tidak banyak perbedaan yang bisa saya rasakan. Fasilitas dan makananannya pun sama. Yang beda adalah penumpangnya. Jika sebelumnya penumpang didominasi orang Arab, perjalanan dari Dubai menuju Amsterdam lebih banyak diisi oleh orang kulit putih.



Mudah-mudahan suatu saat bisa merasakan juga Emirates yang first class atau bussines class. Biar bisa tau bedanya dengan kelas ekonomi :D.

July 28, 2018

,

Hanya berjarak beberapa langkah saja dari Tugu Pal Putih yang merupakan salah satu ikon dari Jogja, terdapat sebuah bangunan peninggalan jaman kolonial Belanda yang cantik dan masih sangat terjaga sampai saat ini. Bangunan yang pada tahun 2018 ini genap berusia 100 tahun ini sekarang digunakan sebagai hotel bintang 5 dengan nama The Phoenix Hotel Yogyakarta.

Kolam renang The Phoenix Hotel Yogyakarta


Pada tahun 1996 bangunan asli The Phoenix Hotel Yogyakarta ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya sekaligus  menjadi contoh sebagai 19th Century Indische Architecture karena memiliki perpaduan arsitektur Belanda,Cina,dan Jawa yang sangat cantik. Ketiga unsur tersebut berpadu menggabungkan modernitas dan nilai-nilai tradisional. Nuansanya seperti sedang berada di rumah sendiri karena awalnya tempat inimerupakan kediaman pribadi pemiliknya. Banyak sekali benda kenangan yang akan membawa kita seolah kembali ke masa satu abad yang lalu. Banyak benda-benda kuno yang masih bisa disaksikan di dalam hotel. Keramahan staff The Phoenix Hotel Yogyakarta akan semakin menambah setiap tamu yang menginap di sini betah.

Tidak hanya itu saja yang menjadi daya tarik dari The Phoenix Hotel Yogyakarta, hotel ini turut serta menjadi salah satu saksi sejarah bangsa Indonesia.Terutama pada saat perpindahan ibukota Republik Indonesia pada tahun 1946-1949 karena salah satu ruangannya digunakan sebagai ruang kerja Presiden Soekarno.

Sejarah panjang The Phoenix Hotel Yogyakarta


Bangunan asli dari The Phoenix Hotel Yogyakarta dibangun oleh seorang saudagar kaya bernama Kwik Djoen Eng pada tahun 1918 sebagai kediaman pribadi. Bangunan asli tersebut bisa kita lihat mulai dari halaman, lobby, sampai dengan koridor dekat Cendrawasih Meeting Room. Namun karena resesi ekonomi yang terjadi pada tahun 1930 yang menyebabkan beberapa usahanya bangkrut, Kwik Djoen Eng kemudian menjual rumah tersebut pada seorang saudagar kaya lain yang bernama Liem Djoen Hwat. Setelah dibeli Liem Djoen Hwat menyewakan rumah tersebut kepada seorang pengusaha Belanda bernama DNE Franckle yang merubahnya menjadi The Splendid Hotel.

Museum The Phoenix Hotel Yogyakarta


Saat Belanda mulai terdesak oleh Jepang pada tahun 1942, hotel tersebut dikuasai Jepang dan diganti namanya menjadi Yamato Hotel sampai tahun 1945. Setelah Jepang angkat kaki dari Yogyakarta, hotel tersebut diserahkan kembali kepada Liem Djoen Hwat sebagai pemiliknya. Setelah kemerdekaan Indonesia, hotel ini digunakan sebagai kediaman resmi Konsulat China sampai tahun 1949.

Nama Phoenix Heritage Hotel digunakan pada tahun 1993 setelah pemugaran dan renovasi untuk mengembalikan bentuknya seperti semula serta penambahan beberapa bangunan baru yang bentuknya dibuat semirip mungkin dengan bangunan aslinya. Pemugaran mulai dilakukan pada tahun 1988 setelah cucu Liem Djoen Hwat mengambil alih hotel yang sempat disewa oleh Direktorat Perhotelan Negara dan Pariwisata (Manajemen Natour) sejak tahun 1951.

Nama The Phoenix Hotel Yogyakarta mulai digunakan pada tahun 2009 sebagai hotel bintang 5 dibawah bendera AccorHotels sampai sekarang setelah beberapa kali berganti nama. Phoenix mempunyai arti keabadian, nama itu diberikan agar hotel ini terus Berjaya sampai kapanpu.

Fasilitas di The Phoenix Hotel Yogyakarta


The Phoenix Yogyakarta lokasinya sangat strategis karena berada di jantung kota Jogja. Jaraknya hanya sekitar 8 km dari Bandara Adi Sutjipto atau hanya sekitar 1 km dari Stasiun Tugu dan Malioboro yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik becak. Yang unik adalah terdapat sebuah mobil kuno keluaran tahun 1965 yang bisa dipesan untuk menjemput tamu dari bandara atau stasiun. Mobil tersebut juga bisa digunakan untuk berkeliling kota namun durasinya hanya terbatas tidak lebih dari 3 jam karena usia mobil yang sudah cukup tua.


The Phoenix Hotel Yogyakarta terdiri dari 3 lantai dan mempunyai 144 kamar  termasuk 10 Suite yang sangat elegan. Terdapat juga 1 buah kamar khusus yang diperuntukan bagi difabel dengan kamar mandi yang datar yang dirancang khusus agar bisa dilalui kursi roda.

koridor hotel


Setiap kamar yang ada di The Phoenix Hotel Yogyakarta dibuat dengan perpaduan yang harmonis antara dekorasi kamar dengan gaya Eropa dan balkon dengan gaya asia. Kamar dihiasi dengan batik khusus dengan gambar Phoenix yang hanya bisa ditemukan di hotel ini.  Kamar mandi juga terlihat sangat artistik dengan space yang cukup luas. Khusus untuk deluxe dan executive suites terdapat coffeemaker yang bisa digunakan untuk tamu.

Balkon The Phoenix Hotel Yogyakarta


Ada 8 ruang pertemuan dengan kapasitas yang berbeda serta 1 buah ballroom yang cukup besar. Selain itu The Phoenix Hotel Yogyakarta juga dilengkapi dengan tempat spa, fitness, dan Paprika Restaurant yang tidak hanya bisa digunakan oleh tamu hotel tetapi juga orang luar.
Terdapat sebuah kolam renang dengan ukuran sedang berada diantara bangunan baru dari The Phoenix Hotel Yogyakarta yang berbentuk huruf U. Kolam renang tersebut terbagi menjadi dua area yaitu area anak-anak dan dewasa. Kolam  renang ini dikelilingi beberapa pohon  hijau yang bisa digunakan untuk bersantai.

1918's Terrace Bar


Sarapan pagi akan disajikan di 1918’s Terrace Bar yang sangat klasik. Di sini kita akan benar-benar dibawa ke nuansa tempo dulu.  Tempat ini merupakan salah satu bagian asli dari The Phoenix Hotel Yogyakarta yang sangat cantik.  Ada sebuah grand piano kuno yang sampai saat ini masih bisa dimainkan serta semua gramophone dan beberapa foto yang terpajang di dinding yang semakin menambah cantik suasana. Persis di depan 1918’s Terrace Bar terdapat area terbuka dengan beberapa meja dan kursi yang bisa juga dijadikan pilihan sebagai tempat untuk menikmati sarapan.Yang unik di tempat ini terdapat sebuah pohon tanjung yang ditanam oleh Presiden Soekarno pada tahun 1951. Setiap pagi alat musik gamelan dimainkan untuk mengiringi tamu yang sedang menikmati santapan makanannya.

Musik gamelan yang dimainkan setiap pagi


Setiap hari The Phoenix Hotel Yogyakarta mengadakan tour hotel untuk tamu yang ingin mengetahui langsung tentang sejarah hotel ini lebih mendalam.

Galeri foto The Phoenix Hotel Yogyakarta

Hallway

kolam renang

kamar tidur

air mancur dan pohon tanjung yang ditanam Presiden Soekarno

lobi  hotel

1918's Terrace Bar


Lokasi The Phoenix Hotel Yogyakarta


The Phoenix Hotel Yogyakarta terletak di Jalan Jendral Sudirman No. 9 Yogyakarta.
Telp: (0274) 566-617

July 25, 2018

,
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api yang paling aktif di dunia. Letusan besar yang mempora-porandakan wilayah sekitarnya pernah terjadi beberapa kali. Erupsi dahsyat terakhir terjadi tahun 2010 lalu yang menewaskan ratusan penduduk yang tinggal di lereng Merapi.

Bukit Klangon Cangkringan


Beberapa tahun setelah erupsi tersebut, kini warga lereng Merapi sudah hidup normal kembali walaupun sesekali harus mengungsi karena Gunung Merapi yang statusnya bisa berubah menjadi waspada. Erupsi Merapi tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga meninggalkan banyak material vulkanik yang menjadi lahan atau mata pencaharian penduduk. Hutan-hutan yang sempat mati pun kini sudah mulai menghijau kembali. Merapi yang gagah kembali menjadi daya pikat bagi siapa saja. Salah satu tempat terbaik untuk menikmati kecantikan Gunung Merapi dari dekat adalah Bukit Klangon. Tempat ini persis berada di bawah Gunung Merapi.

Dengan bantuan dari lembaga rotari internasional, Bukit Klangon dikembangkan menjadi tempat wisata alam dengan daya tarik utama pemandangan Gunung Merapi. Bukit Klangon sudah sejak lama dikenal  oleh para penggemar sepeda gunung karena  disekitar sini terdapat sirkuit sepeda gunung dengan jalur yang cukup menantang. Kini Bukit Klangon dikenal lebih luas oleh masyarakat Jogja karena pemandangannya yang cantik.

Lokasi & akses ke Bukit Klangon

Bukit Klangon terletak di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasinya hanya berjarak beberapa kilometer saja dari puncak Merapi.

Bukit Klangon Cangkringan letaknya tidak terlalu jauh dengan beberapa tempat wisata lain di lereng Merapi seperti The Lost World Castle atau makam Mbah Maridjan. Tetapi aksesnya cukup sulit terutama untuk sepeda motor matic karena harus melewati jalan berbatu yang cukup rusak. Namun ada jalur lain yang lebih bagus dan halus sampai lokasi walaupun harus memutar lebih jauh.

Jika menggunakan bantuan Google Maps, pilihlah jalur yang melewati jalan raya Cangkringan dan Pasar Butuh. Jangan pilih jalur yang melewati The Lost Word Castle. Jalur yang melewati Pasar Butuh sangat mudah dilewati karena jalanannya sudah beraspal halus sampai di lokasi Bukit Klangon. Hanya beberapa ruas jalan terakhir saja yang mulai mengecil dan berkelok melewati tikungan. Namun harus tetap berhati-hati karena banyak truk pengangkut batu dan pasir yang wara-wiri.

Apa yang bisa dilakukan di Bukit Klangon?

Daya tarik utama dari Bukit Klangon adalah Gunung Merapi yang tampak begitu dekat. Oleh karena itu ada baiknya untuk datang ke sini sebelum pukul 10.00 WIB. Karena biasanya menjelang siang kabut cukup tebal akan menutupi puncak Merapi. Kabut akan kembali hilang menjelang sore. Tetapi hal ini tidak mutlak, karena faktor alam atau cuaca tidak ada yang bisa memprediksi. Kita bisa menikmati kecantikan Merapi dengan menaiki gardu pandang atau panggung bambu yang dibangun oleh pengelola agar bisa mendapatkan view yang pas.

Harga tiket Bukit Klangon

Sampai saat ini belum ada retribusi atau tiket masuk untuk bisa menikmati keindahan Bukit Klangon ini. Pengunjung hanya dikenakan tarif parkir Rp2.000 untuk sepeda motor atau Rp5.000.

July 20, 2018

,

Setelah 56 tahun, akhirnya Indonesia berkesempatan kembali menjadi tuan rumah Asian Games. Sebelumnya Indonesia pernah menjadi penyelenggara pesta olahraga terbesar di Asia ini pada tahun 1962 atau 4th Asian Games. Tahun ini, 18th Asian Games akan dihelat di 2 kota di Indonesia yaitu Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus - 2 September 2018.



Kemeriahan Asian Games 2018 sudah mulai dirasakan sebulan sebelum pembukaannya. Tepat pada tanggal 18 Juli 2018, obor Asian Games 2018 yang berasal dari India yang merupakan tuan rumah pertama Asian Games pada tahun 1951 disatukan dengan api abadi yang berasal dari Mrapen, Jawa Tengah. Acara penyatuan kedua api tersebut dilakukan dilakukan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla bertempat di Candi Prambanan. Obor Asian Games tersebut kemudian akan diarak ke 54 kota dan kabupaten diseluruh Indonesia.



Kirab obor atau Torch Relay Asian Games 2018 ini dimulai dari Yogyakarta hari Kamis 19 Juli 2018. Acara dimulai dari Pagelaran Kraton Yogyayakarta dan berakhir di Tugu Pal Putih. Orang pertama yang berkesempagan membawa lari obor Asian Games 2018 adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang kemudian diteruskan oleh beberapa pejabat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan juga sponsor atau official partner. Antusiasme warga dan pelajar di Yogyakarta bisa dilihat dari membludaknya penonton disepanjang rute yang dilalui Torch Relay Asian Games 2018 ini.



Pocari Sweat sebagai salah satu official partner juga turut serta dalam memeriahkan acaraTorch Relay Asian Games 2018 ini. Pocari Sweat menunjuk 4 anak Indonesia yang mempunyai prestasi internasional sebagai pembawa obor. Ke-4 anak tersebut adalah:

1. Andre Surya: Seorang visual effect artist yang karyanya bisa dilihat dalam beberapa film box office Holywood seperti Transformer, Iron Man, dan Star Trek.

2. Agnes Natasya: Seorang remaja yang tahun ini baru menyelesaikan sekolah di SMAK Penabur Kelapa Gading, Jakarta ini merupakan pemenang olimpiade biologi internasional pada tahun 2017.

3. Mei Nanda Sholihah: Atlet lari nasional penyandang disabilitas yang pernah meraih medali emas pada kejuaraan internasional.

4. Jenahara Nasution: Seorang perancang busana muslim yang beberapa kali menyelenggarakan peragaan busan di luar negeri seperti Bangkok, Singapura, Hongkong, dan London.

Alasan Pocari Sweat memilih ke-4 orang tersebut untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat Indonesia terutama generasi muda untuk tetap semangat dan berjuang meraih prestasi dibidang masing-masing. Karena sebenarnya di Indonesia banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan.



Secara bergantian, ke-4 anak berprestasi tersebut berlari membawa obor Asian Games 2018 di jalanan Jogja yang cukup panas. Kegiatan olahraga atau aktivitas seperti ini memungkinkan seseorang kehilangan cairan tubuhnya. Jika tidak segera diganti maka suhu tubuh akan meningkat dan tubuh akan lebih mudah lelah. Tubuh yang dehidrasi akan kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu tubuh dan bisa berakibat fatal.



Cairan tubuh sangat penting dalam menjaga kesehatan, oleh karena itu sebisa mungkin harus menghindari kondisi kekurangan cairan tubuh dengan meminum Pocari Sweat. Komposisi Pocari Sweat sangat mirip dengan cairan tubuh dengan kandungan ion yang seimbang sehingga dapat diserap lebih cepat dan lebih baik oleh tubuh.

Pocari Sweat juga turut serta dalam menyemarakan gaung Torch Relay Asian Games 2018 dengan program Light Up the Torch. Permainan sederhana menyalakan obor Asian Games 2018 ini untuk memberikan dukungan dan semangat bagi para atlet Indonesia yang akan berjuang. Semakin banyak dukungan yang diberikan, maka api yang berkobar juga akan semakin besar. Light Up the Torch ini bisa diakses melalui www.pocarisweat.id/lightupthetorch. Kita akan diberi waktu 15 detik untuk menekan obor sebanyak-banyaknya. Semakin tap yang kita lakukan, maka semakin tinggi pula skor yang akan didapatkan. Banyak hadiah menarik yang bisa kita dapatkan dalam permainan Light Up the Torch ini mulai dari tiket opening ceremony Asian Games 2018 sampai dengan handphone bagi yang beruntung.


July 1, 2018

,

Makan dan nongkrong sepertinya saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan wajib, khususnya untuk kaum milenials. Hal ini lah yang menyebabkan semakin menjamurnya tempat kuliner di Jogja. Hampir disetiap wilayah kita bisa menemukan tempat kuliner atau tempat nongkrong dengan mudah dengan berbagai konsep dan jenis makanan yang beraneka ragam.




Jaman media sosial seperti sekarang ini makanan yang enak saja sepertinya tidak cukup, cantik dan instagramble adalah syarat lain yang wajib dipenuhi oleh setiap tempat nongkrong. Mezzanine Eatery & Coffee adalah salah satu tempat yang memadukan kedua hal tersebut. Di sini kita tidak hanya bisa menikmati kuliner yang lezat, tetapi juga suasana tempat yang cantik. Cocok untuk foto-foto dan mempercantik feed Instagram.

bagian depan Mezzanine


Mezzanine Eatery & Coffee berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar KM 8 Ngaglik, Sleman yang merupakan salah satu pusat kuliner yang ada di Jogja. Tempat yang baru dibuka awal tahun 2018 ini mengusung konsep summer tropical garden. Rumah kaca yang dipadukan dengan industrial pop art menjadikan Mezzanine cukup unik dan berbeda dengan tempat lain yang ada di Jogja. Bahkan bisa dibilang Mezzanine Eatery and Coffee adalah satu-satunya tempat nongkrong yang mempunyai konsep green house yang sangat ramah lingkungan.

Suasana lantai 2


suasana lantai 2



Saat pertama memasuki ruangan Mezzanine kita akan disambut dengan bangunan kaca yang ditopang oleh rangka-rangka baja ringan. Dinding-dinding kaca tersebut tampak dihiasi dengan berbagai tanaman hias yang semakin mempercantik pemandangan. Bahkan ada beberapa pohon yang tampak dibiarkan berada di dalam ruangan. Pada siang hari matahari bisa dengan mudah masuk ke dalam ruangan. Tapi walaupun tidak menggunakan AC sama sekali, suasana tetap adem dan segar dengan adanya tanaman hijau yang ada dibantu dengan beberapa kipas angin yang tampak menempel dibeberapa sudut. Artistic mural yang dilukis di tembok semakin membuat Mezzanine semakin Instagramable.



Mezzanine Eatery & Coffee mempunyai berbagai pilihan menu yang bisa dinikmati mulai dari western, fusion, dan yang terbaru adalah Asian food. Nasi goreng buntut, udang bakar pedas manis, beef tenderloin satay, dan sop iga kacang merah adalah beberapa menu teranyar  yang baru dilaunching beberapa waktu yang lalu di Mezzanine. Selain itu juga masih ada beberapa jenis nasi goreng  lain yang siap mengenyangkan perut pengunjung.

chicken breast & pasta


Untuk para pecinta gelato, kini di Mezzanine juga tersedia gelato dengan 9 varian rasa. Yang menarik saat ini Mezzanine juga menyediakan menu dengan kemasan khusus untuk konsumen yang ingin memesan melalui portal online seperti GoFood yang disebut dengan Mezzabox.




Ada 2 ruangan meeting yang bisa digunakan di Mezzanine dengan kapasitas 25 dan 45 orang. Untuk yang berkapasitas 25 orang berada di lantai bawah dengan pemandangan langsung ke sawah dan merupakan smoking area. Sementara untuk yang berkapasitas 45 orang merupakan ruangan non smoking. Keduanya dilengkapi dengan proyektor dan TV Cable.

panggung untuk pertunjukan dilihat dari lantai 2



Di dalam ruangan Mezzanine terdapat panggung permanen yang bisa digunakan untuk pertunjukan seni seperti yang rutin digelar setiap hari Jum’at. Setiap 2 bulan sekali Mezzanine juga mengadakan event besar dengan mengundang beberapa artis atau band ibukota.
Mezzanine Eatery & Coffee buka setiap hari mulai pukul 09.00-23.00 WIB.



Follow me @novaaristianto